Showing posts with label tips sehat. Show all posts
Showing posts with label tips sehat. Show all posts

Friday, November 29, 2019

Satu Desa Diberi Satu Bidan

Ilustrasi bidan desa

Sebanyak 135 bidan desa se Kabupaten Tanah Laut akan mengikuti pelatihan, pada senin (18/2) kemarin, 40 orang angkatan pertama, mengikuti pelatihan tentang Pos Kesehatan Desa (pokcsdes) di Aula Dinas Kesehatan Tanah Laut, Jl Hutan Kota.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Promosi Kesehatan Dinkes Tala Drs Rusliansyah MM mengatakan, pelatihan angkatan pertama ini akan digelar selama 4 hari, sejak 18 hingga 2! Februari 2008. Pelatihan ini menurut Rusli, untuk mendukung terwujudnya Desa Siaga di semua desa se Kabupalen Tanah Laut.

"Visi misi menkes sceara nasional, semua desa menjadi Desa Siaga. Untuk Tanah Laut percontohan Desa Siaga saat ini masih ada di Damit. Selanjutnya, untuk mendukung program ini, maka didukung sarana prasarana dan juga SDM. Nah, salah satu SDM yang diperlukan adalah bidan im sendiri." terang Rusli.

Karenya menurut Rusli, keberadaan Poskesdes di Desa nantinya, akan banyak melibatkan peranan bidan, khususnya di luar jam kantor. Selain itu, lanjut Rusli keberadaan bidan pada tiap desa ini, juga ditunjang dengan rumah bidan atau biasa dikenal Polindes (Pos bersalin Desa)

"Untuk Polindes ini, kami minta kepada kades, agar memberikan tanah hibah yang berada di sekitar rumah penduduk. Sehingga bidan mudah didalangi penduduk," sebutnya.

Sementara itu Bupati Tanah Laut, yang diwakili Asisten Bidang Administrasi dan Umum Drs H Abdul Halim, memberi apresiasi positif atas prorgam ini. Sebagai salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan kaum ibu di wilayah pedesaan, maka menurut bupati para bidan hendaknya mampu beradaptasi dengan keadaan desa tempat bertugas.

"Mengingat adat dan budaya di setiap desa tidaklah selalu sama, sangat penting memahami dan mempelajarinya, agar tidak menemui kesulitan dalam menjalankan tugas," pesan Halim sebelum membuka pelatihan ini.

Disamping itu diperlukan pula kesiapan mental yang tinggi dan ketulusan untuk mengabdi. Karena, para bidan yang bertugas di desa, kadang lokasinya sangat jauh dari kecamatan.

Pada kesempatan ini. Halim mengingatkan kepada peserta, agar benar benar mengikuti pelatihan ini, jangan segan-segan bertanya kepada para narasumber, jika ada yang belum dimengerti, (mr-90)

Sunday, November 24, 2019

IPM, Pendidikan, Kesehatan Prioritas RPJMD Provsu

ilustrasi Kesehatan 

MEDAN (Waspada) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) menjadikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pendidikan dan kesehatan sebagai prioritas utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sumatera Utara 2009-2013 mendatang. Pemprovsu juga memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan, jembatan dan pertanian.

Menurut Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sek-daprovsu) Rustam Effendy (RE) Nainggolan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM),sektorpen-didikan, kesehatan dan infrastruktur menjadi prioritas utama dalam RPJMD Sumut 2009-2013 karena untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumut langkah yang mesti dilakukan dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Sumut.

"Bagaimana mengurangi kemiskinan, membuka lapangan kerja dan menekan angka pengangguran. Saya pikir yang paling utama, bagaimana mening-katkan kesejahteraan rakyat Sumut. Semua itu, tolak ukurnya dari tingkat pendidikannya, ekonominya, kualitas kesehatannya," ujar RE Nainggolan kepada wartawan usai membuka Sosialisasi RPJMD Sumut 2009-2013, Rabu (23/12).

Meski peningkatan IPM, kualitas pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas utama, namun pembangunan infrastruktur tidak bisa diabaikan. Karena keduanya saling berkaitan dan mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat Sumut.

"Itu yang paling utama menurut saya, tapi seiring dengan itu mesti diimbangi infra-
struktur, baik jalan, pertanian maupun yang lainnya. Saya pikir kita harus melihat kedua keseimbangan itu. Tapi yang paling utama, peningkatan kesejahteraan masyarakat Sumut" papar RE Nainggolan.

Pembangunan fisik atau infrastruktur yang menjadi prioritas pada RPJMD Sumut, termasuk di antaranya pembangunan Bandara Kuala Namu, Jalan tol Medan-Kuala Namu, Medan-Tebing Tinggi, Medan Binjai, pembangunan irigasi, bendungan, pembangkit listrik dan lainnya. Kata RE Nainggolan, proyek Bandara Kuala Namu merupakan proyek yang akan terus diwujudkan.

"Mta melihat komitmen pemerintah pusat untuk mewujudkan itu. Bahkan ketika pertemuan di Jakarta dengan Wapres Budiono dan sejumlah menteri di antaranya Menko Perekonomian Hatta Radjasa, Pak Gubernur telah mewaming pembangunan proyek Kuala Namu," papar RE Nainggolan.

Ditegaskan RE Nainggolan, arah pembangunan Sumut lima tahun ke depan adalah untuk meningkatkan kesejahteraan. masyarakat berupa pembangunan fisik dan non fisik. Namun yang paling utama yakni pembangunan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). "Bagaimana meningkatkan kualitas kesehatan, pendidikan dan ekonomi. Untuk mencapai itu, mesti dikurangi tingkat pengangguran, kemisildnan, menciptakan lapangan kerja dan memberdayakan ekonomi masyarakat," sebutnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sumut. (Bappedasu), Ir Riadil Akhir Lubis menambahkan, peningka-
tan SDM Sumut tidak hanya pada tingkat aparatur pemerintah, tapi masyarakat Sumut, terlebih pada sektor produksi, distribusi, pelaku usaha kecil, menengah, usaha mikro dengan tetap memelihara dan menunjang pertumbuhan sektor lain.

Begitu juga pembangunan sektor pendidikan, sebut Riadil, tidak hanya sebatas peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumut, tapi juga peningkatan kemandirian bekerja, pembudayaan pemanfaatan terknologi dan lainnya.

Sedangkan pembangunan infrastruktur diarahkan untuk pengembangan wilayah seperti pembangunan prasarana jalan. Hal itu menjadi prioritas, karena pembangunan transportasi jalan bagian penting dalam pembangunan Sumut. Karena mobilitas manusia, barang dan jasa masih didominasi angkutan transportasi jalan.

Berdasarkan data di draf RPJMD Sumut 2009-2013, target pembangunan jalan dan jembatan selama lima tahun ke depan, yakni untuk lintas timur sepanjang 372,18 Km, lintas tengah 408,08 Km, lintas barat 355,00 Km, lintas diagonal 468",73 Km, metropolitas 128 Km, dan jembatan nasional 692,00 Km.

Sedangkan rencana pembangunan kelistrikan di Sumut hingga 2013, yakni PLTP Sibayak, Kab. Karo dengan kafasitas 10 MegaWatta (MW), PLTU Labuhan Angin di Tapteng (2 X 115 MW), PLTU KualaTanjung, Kab. Batubara (2x215 MW), PUA Asahan 1 Kab. Tobasa (2 x 90 MW, PLTU Sumut, Kab Langkat (2 x 200 MW), PLTP Sarulla ni.KabTaput(llOMW) dan lainnya. (m!9)

Bahagia Memerangi Diri Sendiri

ilustrasi bahagia

Seorang rekan yang adalah seorang perokok acap mendapatkan nasihat yang saya sangat yakin kalau dia sendiri sudah sangat mengetahuinya. Nasihat itu adalah anjuran untuk dia berhenti atau paling tidak mengurangi jumlah rokok yang dihabiskannya. Tetapi, pada kenyataannya semua itu sama sekali ndak pernah mampu mengubah kebiasaan tersebut. Dja loh tetap mengonsumsi rokoknya, ada atau pun ti-daJJ ada orang yang menasihatinya.

Ketika saya bertanya kepadanya tentang hal tersebut;, dia berkata "aku sudah tajiu, tetapi bagaimana? So-ajifya, aku masih mau menikmatinya". J Ya, musuh terbesar dalam hidup kita adalah diri kita sendiri. Kegagalan untuk memerangi diri kita sendiri akan menjadi kegagalan kita dalam menjalani kehidupan ini.

Kegagalan kita menjalani kehidupan ini hanya akan mengurangi keutuhan kebahagiaan kita. Memerangi diri sendiri adalah kesungguhan demi untuk sebuah kemenangan.

Memerangi diri sendiri adalah keberanian dari diri kita untuk berkata "tidak" untuk sesuatu yang biasa kita lakukan dan untuk sesuatu yang kita sangat sukai.

Memerangi diri sendiri adalah keberanian untuk berkata "setop" terhadap sesuatu yang kita nikmati.

Memerangi diri sendiri adalah keberanian untuk menolak saat kita sangat ingin menerimanya. Karena itu, memerangi diri sendiri adalah sebuah keberanian, karena ketika kita memutuskan untuk melakukannya, maka kita melakukannya tanpa bantuan siapa pun.

"Saat itulah kita berjuang mengerahkan kemampuan kita melawan dan mengontrol hasrat kita sendiri yang sudah terlanjur menjadi bagian dari hidup kita. Hanya dengan cara itulah, kita dibebaskan dari ikatan tanpa

rantai yang membuat kita menjadi pribadi yang terbelenggu dan terpasung oleh diri kita sendiri.

Hanya dengan cara itulah kita menata hidup kita, memaksimalkan semua yang baik yang dapat kita tingkatkan dan membuang semua yang tidak berguna dan yang tidak membawa dampak, baik bagi diri kita sendiri maupun bagi sesama kita yang dihadirkan di sekitar kita. Untuk semua itu maka mulailah bersikap jujur terhadap diri kita sendiri, kejujuran terhadap diri sendiri memungkinkan kita memandang secara obyektif segala sesuatu yang kita lakukan.

Kejujuran

Kejujuran terhadap diri sendiri menolong kita mampu mengatakan tidak kepada segala sesuatu yang melekat pada diri kita, sekalipun hal itu tampak menyenangkan. Kejujuran pada diri sendiri membuat kita juga mampu menerima penilaian umum dari banyak orang tentang sifat-sifat dan perilaku kita sendiri yang tidak terlalu baik, namun yang selama ini kita anggap sebagai sesuatu yang wajar untuk terus diberlakukan.

Setelah itu, perkuatlah kesungguhan kita untuk mewujudkannya. Yakinkan diri kita bahwa pilihan kita untuk memerangi diri kita sendiri dari segala kebiasaan buruk kita adalah sesuatu yang benar yang di dalamnya kita tidak boleh mem-

96.30 fm

beri toleransi kepada sikap kompromi.

Tegaskan diri kita untuk segera berubah, pastikan bahwa apa yang kila lakukan adalah hal yang benar. Mengurangi dan meminimalkan adalah bagian dari upaya (itu memang sebagian dari kebenaran), tetapi sekaligus juga memberi kesempatan dan peluang untuk kita melakukan sebuah pengulangan, oleh karena itu, pertegaslah diri kita untuk tidak mengurangi, tetapi meninggalkan.

Kepantasan

Berikan kesempatan kepada orang lain untuk menghargai kita karena keberhasilan kita mengalahkan diri kita sendiri. Dengan kesungguhan yang demikianlah, maka kita akan tampak berbeda dan menjadi bahagia.

Kita menjadi pribadi yang berbahagia karena dengan cara itulah kita meningkatkan nilai diri kita, dan meningkatkan nilai diri berarti meningkatkan kepantasan diri kita. Meningkatkan kepantasan diri kita berarti meminimalkan peluang bagi orang lain untuk memberikan penilaian yang kurang baik tentang kita.

Akhirnya tidak pernah ada hasil yang dapat dicapai tanpa usaha, dan tidak pernah ada usaha yang tidak pernah dibayar dengan pengorbanan. Namun, buatlah pengorbanan kita menjadi pengorbanan yang bermakna.

Perangilah semua yang patut kita perangi dari diri kita dan pupuklah semua yang perlu di tumbuh kembangkan. Kita tidak mungkin dapat memenangkan dunia jika kita tidak mampu meme- nangkan diri kita sendiri lebih dahulu.

Thursday, November 21, 2019

Ahli yoga perangi pemanasan global

ilustrasi yoga

tentang yoga atau ahli/guru yoga) dari berbagai negara di belahan dunia yang ikut dalam Yoga Festival Internasional di Bali akan memberikan sumbangan pemikiran dalam menghadapi pemanasan global."Para yogi yang datang dari India, Eropa, Amerika Serikat dan negara-negara di kawasan Asia akan memberikan solusi, apa yang harus dilakukan umat manusia menghadapi pemanasan global tersebut," kata Ketua Bali-India Foundation Somvir di Denpasar Minggu.

International Bali-India Yoga Festival akan digelar di Pulau Dewata 3-10 Maret 2010 melibatkan 1.500 yogi dari mancanegara. Kegiatan tersebut akan digelar di Banjar Gunung Sari, Desa Tegal Linggah, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali utara, 80 km utara Denpasar.Kegiatan bertaraf internasional yang kedua kali ini, salah satu di antaranya diskusi para yogi dan para ahli mencari solusi menghadapi pemanasan global. Para yogi juga dengan cara masing-masing akan melakukan usaha yang maksimal agar pemanasan global tidak berakibat fatal.

"Umat manusia selama ini menghormati Ibu Pertiwi [tanah |. Untuk itu wajib dan menjadi tanggung jawab untuk menjaga kelestarian lingkungan, melakukan gerakan penghijauan dan menghindari pembangunan gedung bertingkat," kata Somvir.Setiap jengkal tanah harus ditanami yang mampu memberikan manfaat bagi kehidupan umat manusia, maupun menyelamatkan dunia beserta isinya.

"Kawasan hutan yang leslari dalam batasan yang ideal akan mampu mencegah terjadi banjir, tanah longsor maupun kekeringan," ujar Dr Somvir.Bali-India Foundation merupakan lembaga yang juga merintis pembangunan Markandeya Yoga City, pusat yoga terbesar di Asia di sebuah banjar terpencil di Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali utara. "Pusat kegiatan yoga tersebut nantinya akan merupakan terbesar di kawasan Asia," kata Somvir.

Pembangunan sarana di atas lahan seluas 1,5 hektare itu peletakan batu pertamanya akan dilakukan 3 Maret 2010 bertepatan dengan pembukaan International Bali-India Yoga Festival.Markandeya Yoga City akan mengelola jenjang pendidikan mulai Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Umum (SMU) bernuansa yoga.Lembaga pendidikan dalam berbagai jenjang itu juga menekankan pengobatan tradisional atau ayunveda dan keterpaduan dengan pengobatan permanen dengan memanfaatkan aneka jenis tanaman yang tumbuh dalam lingkungan sekitarnya.

Pembangunan Markandeya Yoga City tersebut akan dilakukan secara bertahap, termasuk perluasan lahan dengan merangkul swadaya dan peran serta masyarakat setempat. "Yoga city sepenuhnya kegiatan sosial untuk mengabdikan diri pada sesama umat manusia," tutur Somvir,Mengawali kegiatan tersebut kini sudah ditanam sekitar 50 jenis tanaman obat yang mempunyai khasiat untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit yang secara khusus didatangkan dari India.

Aneka jenis tanaman obat tersebut dikembangkan di Banjar Gunung Sari, Desa Tegal Linggah, Kabupaten Buleleng, 80 km dari Denpasar.Menyehatkan Yoga sendiri banyak diakui bermanfaat bagi kesehatan manusia. Satu riset yang dirilis pada 2007 menyatakan berlatih yoga selama 8 pekan terbukti memberikan manfaat bagi pasien pengidap penyakit jantung yang pernah terkena serangan jantung.Lebih dari 5 juta warga Amerika mengidap penyakit jantung kronis satu kondisi di mana dalam jangka panjang.ikan sampai kepada kondisi jantung tak mampu memompa darah secara efisien ke bagian tubuh lainnya.

Para peneliti di Sekolah Tinggi Kedokteran di Universitas Emory di Atlanta yang menilai efektivitas dari latihan yoga selama 6 pekan yang dilakukan oleh 19 penderita jantung yang pernah mengalami serangan, mendapatkan latihan fisik yoga mengurangi tanda-tanda inflamasi yang berkaitan dengan gagal jantung sementara itu juga telah meningkatkan toleransi terhadap latihan fisik dan kualitas hidup.

"Banyak orang yang berkeyakinan bahwa latihan tambahan yoga juga akan memberikan manfaat bagi pemulihan kesehatan jantung yang tidak sehat." kata para peneliti tersebut yang membawa presentasi atas hasil penelitian mereka pada pertemuan tahunan Ahli Penyakit Jantung.Selain itu lauhan yoga juga memberikan dampak terhadap mekanisme aksi yang melibatkan kemajuan pada pasien yang pernah mengalami gagal jantung.

Perkembangan Teknologi Kesehatan Tantangan Baru Bagi Dokter


teknologi kesehatan

MEDAN (Waspada) Perkembangan bio teknologi di bidang kesehatan merupakan tantangan baru yang harus di-hadapi bagi para dokter, karena banyak haJ-baru muncul yang perlu disikapi dengan cermat yang melibatkan ranah bioetika (etika kehidupan) dan medikolegal.

Hal tersebut dikatakan Prof. Dr. H. Amri Amir, SpF(K), DFM, SH.Sp.AK selaku Wakil Ketua Panioa Pertemuan Nasiona) V Jaringan Bioetika dan Humaniora Kesehatan Indonesia (JBHKI), mewakili Ketua Prof. Dr. Gontar A Siregar, kepada Waspada di sela-sela Workshop III Pendidikan Bioetika dan Medikolegal. di Hotel Danau Toba Internasional Medan, Selasa (15/12).

Amri Amir menyebutkan, Ini kajian baru di bidang kesehatan, di mana dulu dikenal etika kedokteran, etika yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan yang dilakukan dokter-dokter kepada pasien, rekan seprofesi atau dengan dirinya sendiri.

Tapi sekarang, lanjutnya, dengan perkembangan bio teknologi di bidang kesehatan, banyak hal-hal baru muncul yang perlu dipecahkan dan itu masuk dalam ranahnya bioetika (etika kehidupan). Para dokter akan menghadapi para pasien dengan berbagai persoalan dan kasus baru seperti misalnya, mengakhiri hidup, teknologi reproduksi buatan, bayi tabung, kloning, dan sebagainya.

"Hal itu bisa dilakukan tetapi bolehkan kita melakukan itu? Kemudian misalnya orang mandul seorang suami tidak ada sper-manya, bolehkan meminjam sperma orang lain, kemudian masalah ganti Kelamin yang bisa dilakukan, tetapi apakah boleh dilakukangann kelamin?" tutur Guru Besar FK USU ini.

Persamaan Persepsi
Sementara itu, Pembantu Dekan m FK USU, Dr. Muhammad Rusda. Sp.OGfK) menambahkan, Pertemuan Nasional V JBHKI ini dilaksanakan penyelenggara bersama dengan Fakultas Kedokteran wilayah Barat yaitu tujuh perguruan tinggi di Sumatera yaitu, FK USUTfK UISU, FK UMSU, FK Unsyiah Banda Aceh, FK Unand Padang, FK Universitas Metodhist Indonesia Medan, dan FK Unsri Palembang yang berlang-sung selama tiga hari mulai 15-17 Desember 2009.

Dia menyebutkan, kegiatan ini membahas isu tentang pandangan bioetika dan mediko-legalterhadap hal-hal yang memang dirasakan perlu disikapi dengan cermat untuk mendapatkan persamaan persepsi. Contohnya, sekarang ini ada program bayi tabung yang banyak memiliki permasalahan, termasuk salah satunya program bayi tabung tersebut adalah embrionya dibekukan.

"Hal seperti itulah yang perlu kita sikapi dan dikaji saat ini untuk mendapatkan kesamaan persepsi dan tinjauan bioetika aan medikolegal melalui pertemuan nasional ini, apakah boleh dilakukan atau tidak tentu dengan segala pertimbangan dan implikasinya," ujar Muhammad Rusda.

Dia menyebutkan, bioetika dan medikolegal ini merupakan ilmu yang terus berkembang, karena banyak aspek yang dili -batkan yang berkaitan dengan kemajuan bio teknologi itu sendiri, jadi tidak statis tetapi akan berkembang terus mengikuti kemajuan bio teknologi Dalam

hal ini bioetika dan humaniora kesehatan menjembatani masalah etik, perkembangan teknologi untuk kesehatan, riset dan aplikasinya, aspek disiplin, dan hukum yang mungkin terjadi. Simbiosis Mutualism

Sementara itu, Wapemred Waspada H. Sofyan Harahap dalam makalahnya berjudul Bermitra dengan Media Massa Meminimalisir Pelanggaran Enka mengharapkan, siapa saja dapat bekerjasama dengan media massa dengan asas saling menguntungkan, namun tidak melakukan intervensi. Apalagi di era globalisasi ini. Sebab, media massa pada hakikatnya adalah institusi publik sehingga wajib bekerjasama dengan masyarakat luas (publik). Itu sebabnya media massa harus aspiratif dengan berbagai elemen masyarakat sebagai pem-bacanya.

Menurut Harahap, problem yang acapkali ditemui jumalis kesulitan menemui pihak-pihak yang bermasalah, termasuk kalangan medis (dokter) maupun rumah sakit yang bermasalah. Mereka cenderung menghindar dan menutup din dari kejaran jumalis dan buru-buru mempersiapkan diri untuk memproteksi kemungkinan yang akan terjadi, jika beritanya muncul di media massa.

Menjawab pertanyaan peserta seminar, dijelaskan bahwa dua hak masyarakat yang diatur UU Pers, pertama gunakan hak jawab bila diberitakan secara salah, dan kedua hak koreksi. Media wajib memuatnya, jika tidak bisa dikenakan denda sampai ratusan jutaan rupiah. Atau membuat pengaduan ke dewan pers bila bermasalah dengan media massa. (m41)

Ayo Gerak, Jangan Nonton TV Melulu

ilustrasi nonton TV

JANGAN biarkan anak terlalu sering menghabiskan Tvaktu duduk sambil menonton televisi atau bermain game komputer. Aktivitas fisik j auh lebih baik untuk kesehatan dan tumbuh kembangnya.

Aktivitas fisik (exercise) yang dilakukan anak dengan giat dan penuh semangat bagus untuk membuat badannya tetap sehat. Sebaliknya, anak yang terlalu betah berlama-lama duduk di depan layar kaca, baik itu menonton televisi maupun main game komputer, cenderung lebih mudah menderita kegemuk-an atau obesitas.

Dr Ulf Ekelund dari the MRC Epidemiology Unit di Cambridge, Inggris,berpandanganaktivitasse-perti duduk sambil nonton TV dapat berdampak negatif pada anak,. seperti perilaku kekerasan, agresivitas, prestasi akademik menurun, dan postur tubuh yang tidak baik.

Untuk menyelidiki keterkaitan

antara ketidakakrif an fisik dan ke-gemukan pada anak, belum lama inii Ekelund dan timnya melakukan penelitian terhadap 1.862 anak usia 9-10 tahun. Dari sejumlah anak tersebut, 23% di antaranya berada dalam kondisi kegemukan atau obesitas.

Agar peneliti mudah melakukan pemantauan dan penilaian, anak-anak tersebut diminta memakai semacam ikatpinggangvangse-cara otomatis akan mengukur level intensitas dari aktivitas anak-anak tersebut sepanjang hari.

Peneliti lantas akan menilai keterkaitan antara aktivitas dan ukuran ikat pinggang serta melakukan pengukuran lemak tubuh

serta indeks massa tubuh anak-anak tersebut. Anak-anak juga ditanyai seberapa lama mereka menghabiskan waktu menonton televisi atau bermain game komputer.

Sebanyak 60% anak melakukan aktivitas fisik (yang melibatkan gerakan anggota tubuh) setidaknya satu jam per hari.Sementara 58% anak menghabiskan waktu kurang dari 2 jam di depan TV atau komputer per hari.

Rupanya, anak-anak yang dalam kesehariannya jarang bergerak, ikat pinggangnya pun cenderung besar dan persentase lemak tubuh pun tinggi. Dua hal ini menguatkan bahwa mereka sangat sedikit menghabiskan waktu untuk beraktivitas fisik setiap harinya.

Temuan lainnya, anak-anak yang cenderung melakukan aktivitas fisik yang cukup menguras energi, seperti berlari, bermain bo-
la, dan bersepeda umumnya perut dan pinggangnya lebih padat berisi.

Berdasarkan hal ini, peneliti menyarankan agar orangtua tidak membiarkan anak-anaknya terlalu banyak menghabiskan waktu duduk sambil menonton TV dan memacu anaknya untuk lebih aktif bergerak sehingga risiko obesitas pun menjauh. Makin aktif makin bagus,tetapijanganlupakan istirahat seperti tidur karena dibutuhkan untuk pertumbuhan anak.

Sebelumnya, studi yang dilakukan Dr Michael Sjostrom dan timnya dari Karolinska Institute di Huddinge, Swedia, melaporkan bahwa olahraga yang rutin dan terus-menerus lebih efek tif daripada olahraga dengan intensitas yang rendah.

Hal ini juga sangat baik karena dapat membuat anak tetap sehat dan terhindar dari obesitas. Makin

meningkat kegiatan fisik anak, maka dapat mencegah naiknya berat badan.

Penelitian yang melibatkan 780 anak usia 9-10 tahun itu dilaku-kandenganmengukurtingkatakti-vitas anak-anak tersebut selama lebih dari 4 hari menggunakan suatu alat yang disebut accelerometer.

Peneliti menemukan bahwa anak-anak yang melakukan aktivitas fisik lebih dari 40 menit setiap hari memiliki berat badan yang lebih kecil daripada mereka yang hanya melakukan aktivitas fisik selama 10-18 menit per hari.

"Kami menyarankan bahwa aktivitas olahraga yang rutin dan terus-menerus memberikan efek yang lebih besar dalam mencegah anak mengalami obesitas dibandingkan mereka yang lebih sedikit beraktivitas. Pi samping itu. aktivitas fisik yang lebih lama dapat memperbaiki kondisi kardiovasku-
laranak,"ujamyadalamstudiyang dipublikasikan dalam The American Joumal of Clinical Nutrition.

Aktivitas fisik akan lebih berat bagi anak-anak dan remaja yang mengalami kelebihan berat badan dan obesitas. Oleh karenanya,para dokter menyarankan mereka untuk melakukan latihan fisik secara bertahap.

Pilihlah jenis latihan untuk anak yang bersif at memperkenalkan permainan baru yang menyenangkan dan menarik hati mereka. Selain itu, variasi latihan perlu diberikan agar tidak timbul rasa bosan anak, misalnya dalam memilih bola pilihlah yang berwarna-warni dengan ukuran berbeda. Akan lebih baik lagi jika anak diberikan program latihan sedini mungkin yang disesuaikan dengan perkembangan fisik mereka.

(Rtr/inda)