Senang Sekaligus Sedih
Civitas SMAN 6 Balikpapan masih tidak percaya sekolahnya menyandang juara pertama sekolah sehat tingkat provinsi. Mereka berbangga hati karena mendapat kesempatan mengharumkan nama Balikpapan. Namun mereka juga merasa sedih karena melalui predikat "paling", ada beban yang harus ditanggung.
UPACARA bendera seperti biasa digelar di halaman sekolah yang halamannya rimbun itu. Di tengah suasana bahagia, Kepala Sekolah Drs P Si-manullang mengumumkan bahwa SMAN 6 Balikpapan telah dinobatkan sebagai sekolah paling sehat di Kaltim. Sontak seluruh peserta upacara, baik siswa maupun guru, bersorak gembira.
Di hadapan seluruh siswa dan guru, kepala sekolah meminta dukungan. Penghargaan tertinggi pun diberikan kepada 3 orang tukang kebun yang setiap hari membersihkan areal seluas 2 hektare, dan 2 orang tukang sapu yang sehari-hari menyapu 23 ruang
kelas dan kantor guru.
Namun untuk maju ke pentas nasional, SMAN 6 belum ada apa-apanya. Dari pengamatan Kaltim Posi, beberapa bagian gedung sudah rusak. Ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) juga tidak bisa dibilang "wah". Jika ingin menang, ada banyak yang harus dibenahi. Tidak mungkin rasanya dalam sebulan bisa dilakukan perbaikan jika SMAN 6 menanggung sendiri beban ini.
Ada 9 poin kekurangan yang sudah dicatat oleh pihak sekolah, yaitu pembuatan toilet didalam UKS, perbaikan drainase, pembuatan taman, pemasangan wastafel di UKS, pembelian komputer untuk administrasi UKS, penambahan meja dan kursi guru, pen-gecatan gedung sekolah, pembelian rak untuk peralatan UKS, serta penyediaan tambahan bak sampah.
Dari kesembilan kekurangan, hanya poin terakhir yang disanggupi Dinas Pendidikan (Disdik). Padatnya anggaran membuat Disdik kesulitan mengucurkan dukungan. SMAN 6 kini mengharap bantuan Pem-kot. "Bagaimana pun juga ini membawa nama Balikpapan. Menjadi sekolah sehat tingkat nasional akan mengukuhkan predikat Balikpapan sebagai kota terbersih di Indonesia. Saya yakin Pak Imdaad akan mendukung kami," ujar Wakil Kepala SMAN 6 Balikpapan Drs Sriyono MM.
Dinas Pendidikan (Disdik) Balikpapan sendiri tidak dapat mengucurkan dana untuk membantu SMAN 6. Sebab, pos tersebut tak terdapat dalam anggaran belanja Disdik tahun ini. Kepala Seksi Pembinaan Pemuda dan Olah Raga Hendrik berharap Pemkot Balikpapan dapat ikut membantu.
Disdik sendiri telah menyanggupi untuk mendanai penambahan bak sampah di SMAN 6 Balikpapan. Namun Hendrik akui, hal tersebut masih sangat minim dari total perbaikan yang harus dilakukan.
"Kalau sudah di tingkat nasional, penilaiannya kelak tidak hanya sekedar bersih, tapi juga harus indah. Kita sebaiknya total mempersiapkan kedua sekolah, karena saya yakin sekolah di daerah lain persiapannya dikangila-gilaan " kata Hendrik yang juga termasuk dalam tim pembina sekolah sehat, (puput dewanthy)
