Friday, May 8, 2020

FES Diawali Khitan Massal 128 Anak




"Ada yang Lari sampai Orangtua Pingsan"

KEGIATAN Festival Ekonomi Syariah (FES) 2008 atas kerjasama Bank Indonesia (BI), Kaltim Post, IDC Network FM 98,5 Mhz, KPFM 93,00 Mhz dan Pemkot Balikpapan, kemarin diawali dengan kegiatan khitanan massal. Sebanyak 128 anak dikhitan di lantai 3 Kantor Bank Indonesia (KBI).

Seru, lucu dan penuh sisi human interest. Acarayangdibuka Wakil Walikota Balikpapan H Rizal Effendi dan dihadiri Pemimpin Bank Indonesia (BI) Causa Iman Karana, Wakil Pemimpin BI Sumantri, Kajari Mansyur Zaeni, Danlanud F Indra Jaya, Direktur Kaltim Post Ivan Firdaus, Pemimpin Redaksi (Pimred) Kaltim Post H Badrul Munir dan seluruh perwakilan perbankan di Balikpapan itu berjalan sukses dan lancar.

Suasana KBI yang biasanya sepi, kemarin jadi ramai dikerumuni ba-nyakorang.yangtaklain adalah orangtua dan kerabat anak yang akan dikhitan. Semua anak mengenakan baju koko dilengkapi peci Pakaian itu sengaja disiapkan Ikatan Wanita Bank Balikpapan (Iwaba) yang membantu dan terlihat sibuk mengurusi anak-anak yang akan dan sudah dikhitan.

Secara bergiliran ke-128 anak itu dipanggil ke ruangan. Dan, suasana pembukaan pun bak suasana pernikahan. Karena, peserta yang akan dikhitan seolah diarakdengan menggunakan payung dan diiringi hadrah. "Ayo anak-anak, jangan takut. Nanti setelah dikhitan diberi hadiah," kata pembawa acara atau MC Benk-Benk.

Sebanyak 20 tim medis dari Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB) pun siap untuk "memotong burung" anak-anak. Tapi, namanya anak-anak, tentu saja ada yang takut, menangis bahkan sampai ada yang lari ketika melihat rekannya sudah dikerjai anunya oleh sang "pe-motongburung". "Nggak mau, takut," ujar seorang anak sambil berlari minta agar orangtuanya mengantarkan pulang. Tapi, akhirnya setelah dibujuk mereka mau juga


Bukan itu saja, tim medis dan panitia pun dibuat bingung dan kalang kabut oleh kejadian yang mengejutkan. Ada orangtua yang melihat da-

rah bercucuran di bagian "burung" sang anak langsung jatuh pingsan. TolongOcepat tolong," teriak lainnya. Hanya, semuanya bisa diatasi. "Alhamdulillah, nggak ada apa-apa. Mungkin kaget melihat darah," kata Manajer Event Organizer (EO) Kal-tim Post Group Noor Awaliah.

Ketua Panitia FES Mahendra Nu-santo mengatakan, awalnya panitia panik, khawatir tidak ada pesertanya. Temyata malah membeludak. "Ini kalau tidak dibatasi masih banyak yang berminat," katanya yangjuga sebagai kepala Kantor Cabang Mandiri Syariah itu.

Dalam sambutan pembukanya wawali juga menyinggung soal kondisi Kota Minyak. Antara lain kekhawatirannya tentang nilai Adipura yang makin merosot "Ya yang seharusnyanilainya 74 saat ini turun menjadi 65," kata Rizal. Penurunan nilai itu, kata dia, karena perairan terbuka Balikpapan masih dinilai jauh dari bersih. Rizal juga menyinggung soal listrik di Balikpapan menghadapi PON XVH. (dwa)
Comments


EmoticonEmoticon