![]() |
| ilustrasi nonton TV |
JANGAN biarkan anak terlalu sering menghabiskan Tvaktu duduk sambil menonton televisi atau bermain game komputer. Aktivitas fisik j auh lebih baik untuk kesehatan dan tumbuh kembangnya.
Aktivitas fisik (exercise) yang dilakukan anak dengan giat dan penuh semangat bagus untuk membuat badannya tetap sehat. Sebaliknya, anak yang terlalu betah berlama-lama duduk di depan layar kaca, baik itu menonton televisi maupun main game komputer, cenderung lebih mudah menderita kegemuk-an atau obesitas.
Dr Ulf Ekelund dari the MRC Epidemiology Unit di Cambridge, Inggris,berpandanganaktivitasse-perti duduk sambil nonton TV dapat berdampak negatif pada anak,. seperti perilaku kekerasan, agresivitas, prestasi akademik menurun, dan postur tubuh yang tidak baik.
Untuk menyelidiki keterkaitan
antara ketidakakrif an fisik dan ke-gemukan pada anak, belum lama inii Ekelund dan timnya melakukan penelitian terhadap 1.862 anak usia 9-10 tahun. Dari sejumlah anak tersebut, 23% di antaranya berada dalam kondisi kegemukan atau obesitas.
Agar peneliti mudah melakukan pemantauan dan penilaian, anak-anak tersebut diminta memakai semacam ikatpinggangvangse-cara otomatis akan mengukur level intensitas dari aktivitas anak-anak tersebut sepanjang hari.
Peneliti lantas akan menilai keterkaitan antara aktivitas dan ukuran ikat pinggang serta melakukan pengukuran lemak tubuh
serta indeks massa tubuh anak-anak tersebut. Anak-anak juga ditanyai seberapa lama mereka menghabiskan waktu menonton televisi atau bermain game komputer.
Sebanyak 60% anak melakukan aktivitas fisik (yang melibatkan gerakan anggota tubuh) setidaknya satu jam per hari.Sementara 58% anak menghabiskan waktu kurang dari 2 jam di depan TV atau komputer per hari.
Rupanya, anak-anak yang dalam kesehariannya jarang bergerak, ikat pinggangnya pun cenderung besar dan persentase lemak tubuh pun tinggi. Dua hal ini menguatkan bahwa mereka sangat sedikit menghabiskan waktu untuk beraktivitas fisik setiap harinya.
Temuan lainnya, anak-anak yang cenderung melakukan aktivitas fisik yang cukup menguras energi, seperti berlari, bermain bo-
la, dan bersepeda umumnya perut dan pinggangnya lebih padat berisi.
Berdasarkan hal ini, peneliti menyarankan agar orangtua tidak membiarkan anak-anaknya terlalu banyak menghabiskan waktu duduk sambil menonton TV dan memacu anaknya untuk lebih aktif bergerak sehingga risiko obesitas pun menjauh. Makin aktif makin bagus,tetapijanganlupakan istirahat seperti tidur karena dibutuhkan untuk pertumbuhan anak.
Sebelumnya, studi yang dilakukan Dr Michael Sjostrom dan timnya dari Karolinska Institute di Huddinge, Swedia, melaporkan bahwa olahraga yang rutin dan terus-menerus lebih efek tif daripada olahraga dengan intensitas yang rendah.
Hal ini juga sangat baik karena dapat membuat anak tetap sehat dan terhindar dari obesitas. Makin
meningkat kegiatan fisik anak, maka dapat mencegah naiknya berat badan.
Penelitian yang melibatkan 780 anak usia 9-10 tahun itu dilaku-kandenganmengukurtingkatakti-vitas anak-anak tersebut selama lebih dari 4 hari menggunakan suatu alat yang disebut accelerometer.
Peneliti menemukan bahwa anak-anak yang melakukan aktivitas fisik lebih dari 40 menit setiap hari memiliki berat badan yang lebih kecil daripada mereka yang hanya melakukan aktivitas fisik selama 10-18 menit per hari.
"Kami menyarankan bahwa aktivitas olahraga yang rutin dan terus-menerus memberikan efek yang lebih besar dalam mencegah anak mengalami obesitas dibandingkan mereka yang lebih sedikit beraktivitas. Pi samping itu. aktivitas fisik yang lebih lama dapat memperbaiki kondisi kardiovasku-
laranak,"ujamyadalamstudiyang dipublikasikan dalam The American Joumal of Clinical Nutrition.
Aktivitas fisik akan lebih berat bagi anak-anak dan remaja yang mengalami kelebihan berat badan dan obesitas. Oleh karenanya,para dokter menyarankan mereka untuk melakukan latihan fisik secara bertahap.
Pilihlah jenis latihan untuk anak yang bersif at memperkenalkan permainan baru yang menyenangkan dan menarik hati mereka. Selain itu, variasi latihan perlu diberikan agar tidak timbul rasa bosan anak, misalnya dalam memilih bola pilihlah yang berwarna-warni dengan ukuran berbeda. Akan lebih baik lagi jika anak diberikan program latihan sedini mungkin yang disesuaikan dengan perkembangan fisik mereka.
(Rtr/inda)
