![]() |
| ilustrasi bahagia |
Seorang rekan yang adalah seorang perokok acap mendapatkan nasihat yang saya sangat yakin kalau dia sendiri sudah sangat mengetahuinya. Nasihat itu adalah anjuran untuk dia berhenti atau paling tidak mengurangi jumlah rokok yang dihabiskannya. Tetapi, pada kenyataannya semua itu sama sekali ndak pernah mampu mengubah kebiasaan tersebut. Dja loh tetap mengonsumsi rokoknya, ada atau pun ti-daJJ ada orang yang menasihatinya.
Ketika saya bertanya kepadanya tentang hal tersebut;, dia berkata "aku sudah tajiu, tetapi bagaimana? So-ajifya, aku masih mau menikmatinya". J Ya, musuh terbesar dalam hidup kita adalah diri kita sendiri. Kegagalan untuk memerangi diri kita sendiri akan menjadi kegagalan kita dalam menjalani kehidupan ini.
Kegagalan kita menjalani kehidupan ini hanya akan mengurangi keutuhan kebahagiaan kita. Memerangi diri sendiri adalah kesungguhan demi untuk sebuah kemenangan.
Memerangi diri sendiri adalah keberanian dari diri kita untuk berkata "tidak" untuk sesuatu yang biasa kita lakukan dan untuk sesuatu yang kita sangat sukai.
Memerangi diri sendiri adalah keberanian untuk berkata "setop" terhadap sesuatu yang kita nikmati.
Memerangi diri sendiri adalah keberanian untuk menolak saat kita sangat ingin menerimanya. Karena itu, memerangi diri sendiri adalah sebuah keberanian, karena ketika kita memutuskan untuk melakukannya, maka kita melakukannya tanpa bantuan siapa pun.
"Saat itulah kita berjuang mengerahkan kemampuan kita melawan dan mengontrol hasrat kita sendiri yang sudah terlanjur menjadi bagian dari hidup kita. Hanya dengan cara itulah, kita dibebaskan dari ikatan tanpa
rantai yang membuat kita menjadi pribadi yang terbelenggu dan terpasung oleh diri kita sendiri.
Hanya dengan cara itulah kita menata hidup kita, memaksimalkan semua yang baik yang dapat kita tingkatkan dan membuang semua yang tidak berguna dan yang tidak membawa dampak, baik bagi diri kita sendiri maupun bagi sesama kita yang dihadirkan di sekitar kita. Untuk semua itu maka mulailah bersikap jujur terhadap diri kita sendiri, kejujuran terhadap diri sendiri memungkinkan kita memandang secara obyektif segala sesuatu yang kita lakukan.
Kejujuran
Kejujuran terhadap diri sendiri menolong kita mampu mengatakan tidak kepada segala sesuatu yang melekat pada diri kita, sekalipun hal itu tampak menyenangkan. Kejujuran pada diri sendiri membuat kita juga mampu menerima penilaian umum dari banyak orang tentang sifat-sifat dan perilaku kita sendiri yang tidak terlalu baik, namun yang selama ini kita anggap sebagai sesuatu yang wajar untuk terus diberlakukan.
Setelah itu, perkuatlah kesungguhan kita untuk mewujudkannya. Yakinkan diri kita bahwa pilihan kita untuk memerangi diri kita sendiri dari segala kebiasaan buruk kita adalah sesuatu yang benar yang di dalamnya kita tidak boleh mem-
96.30 fm
beri toleransi kepada sikap kompromi.
Tegaskan diri kita untuk segera berubah, pastikan bahwa apa yang kila lakukan adalah hal yang benar. Mengurangi dan meminimalkan adalah bagian dari upaya (itu memang sebagian dari kebenaran), tetapi sekaligus juga memberi kesempatan dan peluang untuk kita melakukan sebuah pengulangan, oleh karena itu, pertegaslah diri kita untuk tidak mengurangi, tetapi meninggalkan.
Kepantasan
Berikan kesempatan kepada orang lain untuk menghargai kita karena keberhasilan kita mengalahkan diri kita sendiri. Dengan kesungguhan yang demikianlah, maka kita akan tampak berbeda dan menjadi bahagia.
Kita menjadi pribadi yang berbahagia karena dengan cara itulah kita meningkatkan nilai diri kita, dan meningkatkan nilai diri berarti meningkatkan kepantasan diri kita. Meningkatkan kepantasan diri kita berarti meminimalkan peluang bagi orang lain untuk memberikan penilaian yang kurang baik tentang kita.
Akhirnya tidak pernah ada hasil yang dapat dicapai tanpa usaha, dan tidak pernah ada usaha yang tidak pernah dibayar dengan pengorbanan. Namun, buatlah pengorbanan kita menjadi pengorbanan yang bermakna.
Perangilah semua yang patut kita perangi dari diri kita dan pupuklah semua yang perlu di tumbuh kembangkan. Kita tidak mungkin dapat memenangkan dunia jika kita tidak mampu meme- nangkan diri kita sendiri lebih dahulu.
