Monday, May 18, 2020

Harus Mandiri dan Siapkan Home Industri



Untuk peningkatan kesejahteraan keluarga, anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) harus bisa mandiri dan mampu melakukan aktivitas ekonomi yang mengarah ke usaha home industri.

"UNTUK menunjang itu semua harus ditindnk lanjuti dengan pemberian modal. Dan modal itu bisa berasal dari kas DWP," kata Ketua DWP Provinsi Jatim, Dra. Hj. Nina Soekarwo MSi, pada pembukaan Pelatihan membuat kerajinan dari bahan daur ulang yang diselenggarakan DWP Provinsi Jatim di Dinas Perhubungan Provinsi, Rabu(16/4).

Tak hanya sekedar membantu mencarikan modal saja, namun lebih dari itu. DWP juga akan membantu mencarikan jalan keluar untuk pemasarannya "Ya mungkin nanti pemasaranya bisa dibantu lewat Dinas Perindustrian dan Per-dagangan Provinsi atau melalui Dekranasda. Karena itu, perlu diberikan ketrampilan dan pengetahuan," tandas pengajar di Universitas Dr Sutomo Surabaya ini.

Dituturkan, pelatihan membuat kerajinan dari bahan daur ulang khususnya dari kulit jagung merupakan salah satu bentuk pemberdayaan potensi ekonomi dan keterampilan kaum perempuan, sebagai potensi tambahan penghasilan, potensi menampung tenaga kerja dan dapat mengurangi dampak buruk sampah dengan mengubah limbah menjadi barang yang bernilai ekonomis dan seni.

Diutarakan pula dari pelatihantersebut anggota DWP dapat memanfaatkan ketrampilan untuk diri sendiri ataupun orang lain. Selain itu dapat dijadikan aktivitas ekonomi. "Sehingga mampu menjadikan sumber pendapatan baru yang dapat membantu menopang ekonomi keluarga, bermanfaat bagi masyarakat sekitar dan pada akhirnya dapat dijadikan salah satu upaya dalam mengatasi pengangguran," kata Nyonya Nina Soekarwo.

Nyonya Nina Soekarwo yang akhir-akhir ini populer dengan sebutan Bude Karwo ini mengharapkan, setelah mengikuti pelatihan ini agar peserta terus meningkatkan keterampilan dengan melakukan inovasi dan kreasi. Baik kreasi dalam bentuk rangkaian bunga maupun pewarnaan yang beragam. Selain itu dapatjuga memanfaatkan bahan dasar limbah lainnya selain kulit jagung, dan dapat ditindak lanjuti dengan latihan sendiri yang bertujuan untuk memperlancar dan meningkatkan kreativitas.

Ditempat yang sama, Ketua Panitia Ny. Hari Sugiri mengatakan, kegiatan pelatihan ini merupakan realisasi salah satu dari program kerja DWP th. 2008 bidang pendidikan dan diikuti oleh 147 orang, yang berasal dari pengurus dan anggota DWP Provinsi Jatim.

Peserta tampak sangat antusias mengikuti arahan dari para instruktur. Instruktur pelatihan ini antara lain, Ketua Asprinta (asosiasi pembuat bunga kering dan buatan) Jatim Tin Soebandi-ri, dan Tim dari SMK 6 Surabaya.

Yang menarik dari pelatihan tersebut, selain membuat bungadari bahan kulit jagung, juga dari gelas air kemasan yang dibuat menjadi tudiing saji dan tirai, botol bekas minyak goreng dibuat sebagai tempat HP dan tempat pensil, bekas bungkus mi instandan bungkus minuman serbuk dapat dijadikan sebagai tikar, sajadah dan tempat tisu, yang merupakan hasil kreasi dari Mi-narsih, anggota TP-PKK Jam-bangan. nel
Comments


EmoticonEmoticon