Sertifikat terhadap Mutu Manajemen Sekolah
JAKARTA, KOMPAS - Setidaknya 275 sekolah menengah kejuruan di sejumlah kota/kabupaten telah mengantongi sertifikat ISO 90012000 yang menunjukkan kualitas manajemen sekolah sudah baik. Selain itu telah terdapat 312 rintisan SMK bertaraf internasional.
Sekolah menengah kejuruan (SMK) yang telah mengantongi sertifikat ISO 90012000 tersehut paling banyak terdapat di Jawa Tengah, yakni 85 SMK, disusul Jawa Timur sebanyak 45 SMK, dan Jawa Barat sebanyak 21 SMK. Di Jakarta, terdapat sedikitnya 11 SMK yang telah mengantongi sertifikat ISO 90012000.
SMK yang telah mengantongi sertifikat tersebut memiliki program keahlian unggulan yang sangat beragam, mulai dari mesin perkakas, akuntansi, seni rupa, perhotelan, nautika kapal niaga, knya logam, tata busana, dan sejumlah program unggulan lainnya.
Kepala SMKN 4 Jakarta Wahidin Ganef, Senin (22/6), mengatakan, ISO merupakan sertifikasi pengelolaan manajemen yang mengacu ke standar ISO. Untuk mendapat sertifikat tersebut, sekolah harus melaksanakan proses manajemen, pembelajaran, kurikulum, hingga sumber daya manusia, seperti mutu guru yang mengacu pada standar yang telah ditentukan. Lembaga pendidikan yang telah mengantongi ISO memiliki. kepastian dan jaminan mutu.
"Sebelumnya sekolah membuat indikator dan target mutu yang ingin dicapai. Biasanya juga mengacu pada standar mutu Departemen Pendidikan Nasional. Lembaga pemberi sertifikat ISO kemudian mengauditnya. SMKN 4 sudah masuk ke tahun ketiga,"ujarnya.
Kepala SMKN 48 Waluyo Hadi mengatakan, sekolahnya termasuk yang sedang mempersiapkan diri untuk memperoleh sertifikat ISO. Sertifikat ISO menjadi prioritas terutama bagi sekolah-sekolah yang ingin menjadi rintisan bertaraf internasional.
"Sekolah bertaraf internasional wajib memenuhi standar nasional dan penjaminan mutu yang ditetapkan Depdiknas. Salah satu penjaminan mutu ketetapan pemerintah ialah akreditasi yang salah satu syaratnya wajib meraih ISO. Sekarang harus ISO 90012008," ujarnya.
Dia mengatakan, sertifikasi ISO melihat secara keseluruhan sistem manajemen mutu sekolah. "Logikanya, kalau sistem manajemen mutu sekolah sudah terstandar secara internasional, seharusnya kualitas sekolah juga baik," ujar Waluyo Hadi.
Banyak pilihan
Secara terpisah. Direktur Pembinaan SMK Depdiknas Joko Sutrisno mengatakan, pemerintah berupaya memperkuat tata kelola SMK melalui penerapan sistem manajemen mutu berbasis ISO 90012000 dan sekarang ISO 90012008.
Kualitas SMK menjadi sangat penting karena SMK mendidik para peserta didik yang nantinya terjun ke dunia kerja Pada masa sekarang, pencari tenaga kerja menginginkan tenaga yang sa-ngat kompeten dan kompetitif.
Joko mengatakan, pasar kerja yang terus berubah disikapi pula dengan berbagai penyesuaian kompetensi keahlian (dulu istilahnya, program keahlian). Terdapat banyak kompetensi keahlian yang dapat dipilih para lulusan SMP. Saat ini terdapat 121 kompetensi keahlian.
Selain itu, pemerintah menciptakan lulusan SMK yang lentur terhadap berbagai perubahan teknologi dan lingkungan bisnis nasional maupun internasional. Kompetensi keahlian juga dirumuskan sedapat mungkin agar murid tidak sulit mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya. (INE)
