Sunday, November 24, 2019

IPM, Pendidikan, Kesehatan Prioritas RPJMD Provsu

ilustrasi Kesehatan 

MEDAN (Waspada) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) menjadikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pendidikan dan kesehatan sebagai prioritas utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sumatera Utara 2009-2013 mendatang. Pemprovsu juga memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan, jembatan dan pertanian.

Menurut Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sek-daprovsu) Rustam Effendy (RE) Nainggolan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM),sektorpen-didikan, kesehatan dan infrastruktur menjadi prioritas utama dalam RPJMD Sumut 2009-2013 karena untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumut langkah yang mesti dilakukan dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Sumut.

"Bagaimana mengurangi kemiskinan, membuka lapangan kerja dan menekan angka pengangguran. Saya pikir yang paling utama, bagaimana mening-katkan kesejahteraan rakyat Sumut. Semua itu, tolak ukurnya dari tingkat pendidikannya, ekonominya, kualitas kesehatannya," ujar RE Nainggolan kepada wartawan usai membuka Sosialisasi RPJMD Sumut 2009-2013, Rabu (23/12).

Meski peningkatan IPM, kualitas pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas utama, namun pembangunan infrastruktur tidak bisa diabaikan. Karena keduanya saling berkaitan dan mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat Sumut.

"Itu yang paling utama menurut saya, tapi seiring dengan itu mesti diimbangi infra-
struktur, baik jalan, pertanian maupun yang lainnya. Saya pikir kita harus melihat kedua keseimbangan itu. Tapi yang paling utama, peningkatan kesejahteraan masyarakat Sumut" papar RE Nainggolan.

Pembangunan fisik atau infrastruktur yang menjadi prioritas pada RPJMD Sumut, termasuk di antaranya pembangunan Bandara Kuala Namu, Jalan tol Medan-Kuala Namu, Medan-Tebing Tinggi, Medan Binjai, pembangunan irigasi, bendungan, pembangkit listrik dan lainnya. Kata RE Nainggolan, proyek Bandara Kuala Namu merupakan proyek yang akan terus diwujudkan.

"Mta melihat komitmen pemerintah pusat untuk mewujudkan itu. Bahkan ketika pertemuan di Jakarta dengan Wapres Budiono dan sejumlah menteri di antaranya Menko Perekonomian Hatta Radjasa, Pak Gubernur telah mewaming pembangunan proyek Kuala Namu," papar RE Nainggolan.

Ditegaskan RE Nainggolan, arah pembangunan Sumut lima tahun ke depan adalah untuk meningkatkan kesejahteraan. masyarakat berupa pembangunan fisik dan non fisik. Namun yang paling utama yakni pembangunan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). "Bagaimana meningkatkan kualitas kesehatan, pendidikan dan ekonomi. Untuk mencapai itu, mesti dikurangi tingkat pengangguran, kemisildnan, menciptakan lapangan kerja dan memberdayakan ekonomi masyarakat," sebutnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sumut. (Bappedasu), Ir Riadil Akhir Lubis menambahkan, peningka-
tan SDM Sumut tidak hanya pada tingkat aparatur pemerintah, tapi masyarakat Sumut, terlebih pada sektor produksi, distribusi, pelaku usaha kecil, menengah, usaha mikro dengan tetap memelihara dan menunjang pertumbuhan sektor lain.

Begitu juga pembangunan sektor pendidikan, sebut Riadil, tidak hanya sebatas peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumut, tapi juga peningkatan kemandirian bekerja, pembudayaan pemanfaatan terknologi dan lainnya.

Sedangkan pembangunan infrastruktur diarahkan untuk pengembangan wilayah seperti pembangunan prasarana jalan. Hal itu menjadi prioritas, karena pembangunan transportasi jalan bagian penting dalam pembangunan Sumut. Karena mobilitas manusia, barang dan jasa masih didominasi angkutan transportasi jalan.

Berdasarkan data di draf RPJMD Sumut 2009-2013, target pembangunan jalan dan jembatan selama lima tahun ke depan, yakni untuk lintas timur sepanjang 372,18 Km, lintas tengah 408,08 Km, lintas barat 355,00 Km, lintas diagonal 468",73 Km, metropolitas 128 Km, dan jembatan nasional 692,00 Km.

Sedangkan rencana pembangunan kelistrikan di Sumut hingga 2013, yakni PLTP Sibayak, Kab. Karo dengan kafasitas 10 MegaWatta (MW), PLTU Labuhan Angin di Tapteng (2 X 115 MW), PLTU KualaTanjung, Kab. Batubara (2x215 MW), PUA Asahan 1 Kab. Tobasa (2 x 90 MW, PLTU Sumut, Kab Langkat (2 x 200 MW), PLTP Sarulla ni.KabTaput(llOMW) dan lainnya. (m!9)
Comments


EmoticonEmoticon