Showing posts with label inspirasi. Show all posts
Showing posts with label inspirasi. Show all posts

Monday, December 30, 2019

Membangun Jaringan di Luar Negeri



Sejumlah usahawan besar Indonesia menjadi pelaku bisnis di negara-negara Asia Tenggara, Asia Tengah, Asia Timur, Australia dan Amerika Serikat. Para pebisnis ini bermain di areal pertambangan, perdagangan umum, makanan, properti dan ritel. Menariknya, sebagian besar tenaga kerja perusahaan tersebut adalah eksekutif Indonesia. Nama mereka sangat wangi di antara eksekutif luar negeri.

Di RR China, jejak usahawan Indonesia tampak di kawasan utara dan sekitar pantai timur. Dari Dalian, Harbin, Beijing, Shanghai, Xiamen, Shenzen, Zhuhai, Guangzhou, Meizhou. dan Hainan di selatan. Di Hongkong, pemain Indonesia umumnya bermain di panggung properti, ritel, dan makanan. Di Amerika Serikat, sekadar menyebut contoh lain, pebisnis Indonesia bermain di bidang properti, ritel dan industri. Di Asia Tengah, khususnya di bekas Um Sovyet, usahawan Indonesia bergerak di bidang pertambangan minyak. Di Australia, di bidang properti, ritel dan jasa.

Datanglah ke Shanghai misalnya, jejak usahawan Indonesia terutama tampak di Nangking Road, kawasan sekitar The Bund (Shanghai Thang), dan Pudong. Bendera usaha Grup Lippo, Grup Salim. Sinar Mas, Gajah Tunggal, Summarecon, berdiri dengan sangat gagah di sana. Sulit disebutkan siapa yang terbesar, tetapi umumnya adalah pemain-pemain besar. Grup Lippo misalnya mempunyai jaringan ritel, supermarket yang tegak di pelbagai kota. Proyek-proyek propertinya juga sangat gemerlap. Tidak heran kalau nama Lippo, juga Sinar Mas,

Salim, Summarecon, sangat dikenal di kalangan usahawan di daratan besar China.

Di Amerika Serikat, beberapa imperium bisnis Indonesia cukup berki-lau. Jejak James Riady. Sofjan Wanandi dan usahawan lain tampak jelas di sini. Sofjan misalnya bermain di bidang perdagangan dan industri. Ia di antaranya menjadikan Chicago, kota ketiga terbesar di AS sebagai kantor pusat. Di Singapura, pemain-pemain Indonesia bermain di bidang perhotelan, properti, makanan dan sebagainya. Nama James Riady dengan Grup Lipponya cukup populer. Lippo memiliki sejumlah hotel bintang lima di kawasan elite, proyek-proyek properti di kawasan premium.

"Grup usaha Indonesia, seperti Lippo amat besar di sini," ujar Wu Liehong, eksekutif properti di Singpura, pekan lalu. Hal yang sangat menarik, menurut Wu, Lippo dan usahawan Indonesia lainnya mempunyai eksekutif yang andal. "Mereka umumnya cerdas, kreatif dan amat fasih berbahasa Inggris. Aksen Inggrisnya sangat Amerika, dan British. Tidak tampak bahwa mereka itu orang Indonesia."

Untuk usaha dalam skala lebih kecildan bergaung, juga banyak. Grup Tudung dengan Kacang Garudanya. lumayan dikenal di luar negeri. Usaha makanan Johnny Andrean juga sudah merambah ke mancanegara. Donatnya, J.Co sudah bisa dicicipi warga Singapura dah Malaysia. Ia sebentar lagi akan masuk ke pasar China dan Amerika Serikat. Johnny dikenal cermat dan hati-hati kalau melakukan ekspansi. Berekspansi ke dua negara tersebut, tentu sudah dengan perhitungan matang. Misalnya, pasarnya sangat jelas. Dalam realita di lapangan, donatnya Johnny Andrean disukai warga Malaysia dan Singapura.

Kepada Kompas, Johnny pernah bercerita bahwa ia ingin melebarkan sayap usahanya ke lebih banyak negara. Bukan untuk bermegah, tetapi ia ingin produk yang 100 persen asli Indonesia itu mendunia. Publik sejagat juga bakal tahu bahwa donat Indonesia tidak kalah dengan donat yang selama ini sudah masyhur. "Donat J.Co bisa berkompetisi di pentas dunia karena produknya enak, terdiri hampir 50 jenis. Sejumlah di antaranya sangat mendukung kesehatan," tutur Johnny.

Grup Ciputra tidak kalah bersinar di luar negeri. Di bawah pimpinan orangkepercayaan Ciputra, Budiarsa Sastrawinata, imperium bisnis properti dan perhotelan ini menancapkan bendera usahanya di India, Vietnam, Kamboja, Nigeria. Singapura dan beberapa negara Eropa. Tidak main-main, Budiarsa sangat dihargai di negara-negara tersebut. "Kamboja misalnya menyambutnya dengan hangat Ketika menjelaskan proyek kami, pemimpin Kamboja Hun Sen sendiri yang menerima saya dengan tim. Ini luar biasa," ujar Budiarsa. Di Vietnam, para petinggi negara tersebut juga menerima Budiarsa dengan tangan terbuka.

Uraian tentang grup usaha yang sukses ini tidak dimaksudkan untuk memuja mereka, melainkan memberi inspirasi kepada usahawan lain bahwa pengusaha seyogyanya tidak "jago kandang. Para usahawan Indonesia harus berpikir global, tidak keasyikan berkibar-kibar di negeri sendiri. Dengan mendirikan perusahaan di luar negeri, banyak manfaat diperoleh. Indonesia dan produknya menjadi lebih dikenal di luar negeri. Para eksekutif Indonesia pun tidak jago kandang, melainkan mampu berkompetisi dengan eksekutif lainnya di dunia.

Sebagian besar perolehan profit di luar negeri juga kembali lagi ke Indonesia.

Usahawan Sofian Wanandi dalam beberapa kesempatan menyatakan, sekarang era global. Usaha negara lain bisa masuk Indonesia. Usahawan Indonesia pun bisa masuk ke pelbagai negara dunia. Ini soal sangat lumrah dan sesuai perkembangan zamannya. Oleh karena itu para pengusaha Indonesia harus menyiapkan diri baik-baik untuk bertarung di panggung dunia. Manajemen mesti prima, sumber daya manusia harus profesional. "Jaringan dan lobi pun harus kuat. Bagaimana Anda bisa membuka usaha di luar .negeri, dan sukses kalau jaringan, lobi, pemasaran dan manajemen Anda tidak bagus," ujar Sofjan.

Catatan lain yang bisa disampaikan di sini, terlepas dari aspek era global itu. usahawan besar Indonesia hendaknya juga tidak keasyikan bermain di luar negeri. Di dalam negeri juga perlu perhatian, di antaranya pada masalah perbankan. Bank-bank swasta nasional, umumnya sudah dikuasai asing. Penguasaan oleh asing memang soal wajar dan jamak, tetapi betapapun juga perlu perhatian luar biasa dari pelbagai pihak, termasuk pemerintah.

Daerah Istimewa Yogyakarta

yogyakarta

Perubahan Arus Politik di "Nagaragung"

Yogyakarta adalah ironi bagi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Setelah berjaya "memerahkan" Daerah Istimewa Yogyakarta dalam dua pemilihan umum pascareformasi, partai berlambang kepala banteng tersebut harus menelan pil pahit dalam Pemilu Legislatif 2009. PDI-P kalah telak karena tak berhasil memetik satu kemenangan pun di lima kabupaten/kota di DIY.

OLEH NURUL FATCHIATI

Tak dapat dimungkiri, wilayah kesultanan Yogyakarta atau "nagaragung" DIY adalah salah satu basis PDI-P. Sejak Pemilu 1971, eksistensi partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu di bumi Mataram terus menguat Meskipun pada era Orde Baru tak luput dari "kuningisasi" Partai Golkar, tetapi kantong-kantong PDI-P di DIY tetap hidup. Terbukti, pada pemilu pertama pascareformasi, partai tersebut berhasil memenangi semua daerah pemilihan di DIY dengan perolehan suara mencapai 35,65 persen dari total suara sah.

Hegemoni PDI-P masih berlanjut pada Pemilu 2004 meskipun satu daerah pemilihan. Kabupaten Gunung Kidul, terlepas dari rengkuhan. Perolehan suara terbanyak di kabupaten terluas di DIY ini direbut Golkar. Sementara itu, Partai Amanat Nasional semakin ketat membayangi PDI-P di empat- daerah pemilihan lainnya. Secara umum, perolehan suara terbanyak di tingkat provinsi tetap dikuasai partai kepala banteng. Kejayaan partai tersebut berlanjut pada pemilihan kepala daerah. Dari lima kabupaten/kota di DIY, tiga di antaranya berhasil dimenangi bupati peta-hana (incumbent) yang berasal dari PDI-P, yaitu Idham Samawi (Bantul), Ibnu Subiyanto (Sleman), dan Toyo S Dipo (Kulon Progo).

Namun, tanduk banteng tak lagi melentingkan perolehan suara PDI-P ke peringkat atas pada Pemilu Legislatif 2009. Kemenangan di empat kabupaten/kota di DIY pada pemilu lima tahun lalu tak satu pun yang berhasil dipertahankan.

Sebaliknya, Partai Demokrat sukses melambungkan suaranya di tiga daerah pemilihan yang menjadi basis PDI-P, yakni Kabupaten Bantul, Sleman, dan Kota Yogyakarta Padahal, Bupati Bantul dan Sleman masih dijabat orang dari PDI-P. Kabupaten Kulon Progo pun lepas dari genggaman setelah dimenangi PAN. Dari lima wilayah DIY, hanya Kabupaten Gunung Kidul yang tidak berubah. Daerah yang sejak Pemilu 2004 direbut Golkar tersebut kembali dimenangkan partai berlambang beringin ini.

Tak hanya PDI-P yang luput mempertahankan suaranya di "kandang sendiri". Suara Partai Kebangkitan Bangsa di DIY pun "terjun bebas" dalam pemilu kali ini. Perolehan suara partai yangsempat dilanda badai internal perebutan kepengurusan antara kubu Abdurrahman Wahid dan Muhaimin Iskandar menjelang Pemilu 2009 tersebut tergerus banyak. PKB keluar dari peringkat lima besar partai pemenang pemilu legislatif di DIY, tergusur oleh Partai Keadilan Sejahtera yang semakin mengokohkan eksistensinya di peringkat kelima


Bongkar pasang


Perubahan konstelasi perolehan suara partai di DIY tak urung membawa perubahan pula pada komposisi anggota legislatif dari provinsi ini dalam Dewan Perwakilan Rakyat di tingkat pusat. PAN yang pada Pemilu 2004 berhasil merebut dua kursi di Senayan harus merelakan satu kursi untuk Demokrat Terjadi pula bongkar pasang personel partai yang akan berkiprah di gedung dewan di Jakarta.

Dari delapan jatah kursi DPR untuk DIY, lima di antaranya ditempati "wajah baru". Hanya legislator dari PAN, PKS, dan satu wakil dari PDI-P, yaitu Eddy Mi-hati, yang sudah mengecap pengalaman politik di tingkat pusat pada periode lalu.

Kesempatan bagi anggota legislatif dari DIY untuk ke Senayan pada pemilu kali ini terbuka luas sebab sejumlah legislator yang lolos ke DPR pada periode sebelumnya tidak lagi mencalonkan diri lewat DIY. Mereka tak lagi menjadi kompetitor bagi sesama calon anggota legislatif dari partainya.

GBPH Joyokusumo dari Golkar dan Soetardjo Soerjoguritno dari PDI-P, misalnya, tak lagi tercantum namanya sebagai calon anggota legislatif dari DIY pada Pemilu 2009. Padahal, Joyokusu-mo yang juga adik dari Sultan Hamengku Buwono X. Gubernur DIY dan pemimpin Keraton Yogyakarta, adalah salah satu penghimpun suara bagi Golkar di DIY. Sementara Soetardjo yang memilih bertarung untuk kursi Dewan Perwakilan Daerah DIY juga tak berhasil melaju ke Senayan.

Dalam komposisi baru legislator dari DIY untuk kursi DPR kali ini, hanya ada satu perwakilan perempuan yang berhasil mendudukinya, padahal pada pemilu sebelumnya mencapai tiga perempuan.

Para wakil rakyat dari DIY, bisa dibilang, telah memiliki bekal pengalaman dalam dunia politik praktis. Selain berpengalaman sebagai anggota DPRD DIY, dua legislator, yaitu Djuwarto (PDI-P) dan Gandung Pardiman (Golkar), adalah ketua dewan pimpinan daerah/wilayah tingkat provinsi untuk partainya masing-masing. Agus Sulistyono terakhir aktif di Fraksi Kebangkitan Bangsa DPRD DIY, sedangkan Agus Bastian menjabat sebagai Sekretaris DPD Partai Demokrat DIY. Adapun Roy Suryo No-todiprodjo adalah Ketua Departemen Komunikasi dan Informasi DPP Partai Demokrat


Bongkar pasang anggota juga terjadi di tubuh DPD DIY. Dua anggota baru, yaitu Cholid Mahmud dan Muhammad Afnan Ha-dikusumo, muncul mendampingi "pemain lama" Gusti Kanjeng Ratu Hemas dan Abdul Hafldh Ashrom. Meskipun perolehan suara Cholid berhasil mengungguli Hafldh, tetapi masih jauh di bawah perolehan suara GKR Hemas. Permaisuri Gubernur DIY yang banyak berkiprah di bidang sosial kemasyarakatan tersebut meraih mayoritas suara, menca-pai 52,61 persen dari seluruh suara pemilih DIY untuk DPD.

Terlepas dari bongkar pasang legislator dan DPD dari DIY, para wakil rakyat tersebut memikulamanat penting masyarakat Yogyakarta. "Kawulo" Ngayogyakar-ta menanti kiprah mereka dalam mewujudkan Undang-Undang Keistimewaan DIY selekasnya.satu soal yang "diwariskan" para wakil dalam periode sebelumnya.

(NURUL FATCHIATI/ Litbang Kompas)

Wednesday, December 11, 2019

Menengok Mata Air Pancuran di Desa Pekunden Kutowinangun



Tak Pernah Kering, Diyakini Bisa Sembuhkan Berbagai Penyakit


Mata air "Pancuran" di


Desa Pekunden memangunik. Selain tak pernahkering, kabarnya air


Pancuran itu konon jugabisa menyembuhkanberbagai penyakit.

Benarkah?

FUAD HASYIM-Kutowinangun


JELANG musim kemarau ini, warga desa Pekunden Kecamatan Kutowinangun tak begitu resah. Sebab, mereka memiliki sumber mata air yang tidak pernah surut. Bahkan dimusim kemarau sekalipun.

Pancuran, demikianlah warga desa setempat biasa menyebut sumber mata air yang berada di Dukuh Kalisetra Desa Pekunden itu. Tak sulit untuk menemukan sumber air Pancuran ini. Dari balai Desa Pekunden ke utara sekitar 600 meter. Jika bingung, tanyakan saja pada warga desa setempat. Pasti semua akan menunjukkan tempatnya.

Disebut Pancuran, karena secara


alami air tersebut mancur (meman-car) dari dalam tanah. Letak sumber mata airnya pun cukup unik. Yaitu persis berada di bawah sebuah pohon tinggi besar yang konon usianya sudah ratusan tahun. Air yang keluar dari sela-sela akar pohon itu sangat bening. Bahkan nyaris tidak mengandungendapan. Warga juga terbiasa meminum langsung air Pancurdn tar.pa harus dimasak terlebih dahulu.

Agar mudah diambil, warga membuat saluran dari bambu. Di tempat itu pula, khususnya kaum perempuan melakukan aktivitas mencuci, mandi dan mengambilair untuk keperluan di rumah.

Aktivitas di Pancuran ini akan semakin meningkat. Terutamajika musim kemarau. Ada saja warga yang datang ke tempat ini. Baik untuk keperluan mandi, mencuci dan mengambil air. Tak hanya warga dari dukuh Kalisetra saja yang dalang. Warga dari luar dukuh dan desa pun banyak yang memanfaatkan airnya.

Namun jika pada musim kemarau, harus bersabar. Sebab, debit air yang keluar tidak terlalu besar, dibanding musim penghujan. Otomatis warga pun harus antre. Apalagi hanya ada dua pancuran bambu yang dibuat warga.

Selain sebagai sumber air bersih bagi warga setempat, air Pancuran ini konon dipercaya bisa mengobati berbagai macam penyakit. "Kalau cuma sakit "batuk pilek, minum air Pancuran ini InsyaAllah bisa sembuh," ungkap Wariyun, sesepuh Dukuh Kalisetra.

Ditambahkannya, sudah tidak terhitung orang yang minta izin mengambil air Pancuran dengan maksud berikhtiar demi kesem-buhan penyakit yang dideritanya. Tidak hanya lokal Kebumen saja. Mereka juga datang dari berbagai kota di Pulau Jawa. Tidak sedikit pulayang dalang dari Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi . Bahkan ada yang sengaja datang dari luar negeri seperti Malaysia dan Filipina.

Wariyun paham benar situasi Pancuran. Sebab sebagai sesepuh, dia pernah menjalani laku tidak makan nasi selama 19 tahun dan puasa selama 40 hari 40 malam. "Jangan takut, "penunggu" Pancuran ini berujud seorang putri cantik jelita," ujar dia sambil tersenyum.

Dia menambahkan, keunikan lairT dari Pancuran, debit air yang keluar selalu sama. Tidak berkurang di musim kemarau dan tidak banjir ketika hujan.

Keanehan lain, Pancuran ini anti dipugar. Dulu, kala Wariyun, pernah dibangun bak penampungan air agar memudahkan warga mengambil air. Herannya, pasca dibangun, air Pancuran malah tidak keluar sama sekali.(*)

Wednesday, December 4, 2019

Dari Usaha Bordir ke Percetakan



Siang itu. tidak ada yang spesial di CV Mutiara, yang berlokasi di JL. Raya Widang -Tuban, Suiabaya., sebelum rombongan pengurus KAN Lubuk Kilangan. Di satu ruangan ada belasan pegawai yang tengah menjahit dao mengoperasikan mesin bordir. Di ruangan lainnya, ada puluhan pegawai yang (cngali melipat, mcnjilid buku sekolah dan menjalankan mesin cetak.

"Beginilah rutinitas kami setiap harinya. Saya memantau jalannya usaha konveksi dan bordir, sementara suami saya, mensupervisi jalannya usaha percetakan." tutur Mutiara,4l saal kunjungan pengurus KN Lubuk Kilangan, staf PT. Semen Padang dan pendamping merekadari divisi Bina Lingkungan dan Usaha. PT Semen Gresik, (29/1) lalu.

Kunjungan itu bermakna tersendiri bagi Mutiara dan suaminya Amat.51. Ada kebanggaan dan rasa sukur terpancar dari matanya. Bagaimana tidak, kalau biasanya ia hanya dikunjungi oleh staf PT SG saja, kali ini iadijambangi Masyarakat dari pulau lain yang bisa jadi adalah konsumen usaha konveksinya. Bahkan, ia juga dijadikan contoh suksesnya usaha rumahan hasil dampingan PT. SG

Mutiara masih ingat bagaimana usahanya itu berawal. Mutiara memulai usahnya bermula dari sebuah mesin jahit dan kctcrampilannya membordir. ditahun 1984 silam. Kala itu ruang lingkup usahanya sangat terbatas.

Beruntung di saat itu divisi Bina Lingkungan dan Usaha. PT SG mendatangi dan menawarkan bantuan memberi pinjaman lunak sebesar Rp 15 juta.

"Awal-awal itu memang masa merintis usaha. Dan usaha yang dimodali sekian bisa berkembang dan membutuhkan penambahan modal untuk pengembangan lebih." buka Mutiara.

Menurut wanita tamatan pondok pesantren, setingkat sekolah menengah atas itu, hingga usahanya berkembang saal ini sudah empat kali ia mendapat pinjaman lunak. Pinjaman pertama sebanyak Rp 15 juta, kedua Rp 30 juta, ketiga Rp 45 juta dan terakhir untuk usaha percetakan Rp 75 juta.

Dengan bunga pinjaman yang berkisar 6 persen, Mutiara berhasil menunjukkan kalau bantuan itu tidak sia-sia. Buktinya, dengan pembelian bahan konveksi sebanyak 3 ton per buliin (namun sekarang berkurang hingga 15 ton karena inflasi), Mutiara berhasil meraup omzet hampir Rp 5 miliar per bulan.

Yang menarik dari pesatnya perkembangan usaha Mutiara adalah karena kesunggiihannya selalu memperkaya pengetahuandan sumber day any a. Kalau dulu ia memanfaatkan bordir manual, sekarang sudah menggunakan mesin bordir berteknologi komputer.

"Bantuan dari perusahaan tidak hanya berupa modal saja, tapi mereka juga membekali dengan mengadakan pelatihan dalam bidang manajemen dan promosi. Tidak hanya itu, perusahaan juga memakai produk kami jika kebetulan mereka butuh," beber Mutiara.

Lain halnya dengan istrinya yang lebih fokus ke bidang konveksi. Amat justru berminat di bidang percetakan. Cuma sama halnya dengan istrinya. Amat pun mulai dari kemampuan dan minatnya. Artinya, ia memulai usaha terlebih dulu, dan ketika butuh modal yang lebih besar baru diajukanlah proposal ke PT.SG

Meski sudah cukup berkembang, usaha yang baru dirintis-nya sejak setahun silam itu telah memberikan omzet sekitar Rp 100 juta setiap bulannya. "Meski demikian, kila sebenarnya masih (etap butuh pendampingan lain berupa kunjungan belajar ke tempat lain. Hal ini akan membuka wawasan kita bagaimana pengusaha sukses lainnya bisa mempertahankan bisnis mereka," hamp Amat."

Friday, November 29, 2019

Satu Desa Diberi Satu Bidan

Ilustrasi bidan desa

Sebanyak 135 bidan desa se Kabupaten Tanah Laut akan mengikuti pelatihan, pada senin (18/2) kemarin, 40 orang angkatan pertama, mengikuti pelatihan tentang Pos Kesehatan Desa (pokcsdes) di Aula Dinas Kesehatan Tanah Laut, Jl Hutan Kota.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Promosi Kesehatan Dinkes Tala Drs Rusliansyah MM mengatakan, pelatihan angkatan pertama ini akan digelar selama 4 hari, sejak 18 hingga 2! Februari 2008. Pelatihan ini menurut Rusli, untuk mendukung terwujudnya Desa Siaga di semua desa se Kabupalen Tanah Laut.

"Visi misi menkes sceara nasional, semua desa menjadi Desa Siaga. Untuk Tanah Laut percontohan Desa Siaga saat ini masih ada di Damit. Selanjutnya, untuk mendukung program ini, maka didukung sarana prasarana dan juga SDM. Nah, salah satu SDM yang diperlukan adalah bidan im sendiri." terang Rusli.

Karenya menurut Rusli, keberadaan Poskesdes di Desa nantinya, akan banyak melibatkan peranan bidan, khususnya di luar jam kantor. Selain itu, lanjut Rusli keberadaan bidan pada tiap desa ini, juga ditunjang dengan rumah bidan atau biasa dikenal Polindes (Pos bersalin Desa)

"Untuk Polindes ini, kami minta kepada kades, agar memberikan tanah hibah yang berada di sekitar rumah penduduk. Sehingga bidan mudah didalangi penduduk," sebutnya.

Sementara itu Bupati Tanah Laut, yang diwakili Asisten Bidang Administrasi dan Umum Drs H Abdul Halim, memberi apresiasi positif atas prorgam ini. Sebagai salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan kaum ibu di wilayah pedesaan, maka menurut bupati para bidan hendaknya mampu beradaptasi dengan keadaan desa tempat bertugas.

"Mengingat adat dan budaya di setiap desa tidaklah selalu sama, sangat penting memahami dan mempelajarinya, agar tidak menemui kesulitan dalam menjalankan tugas," pesan Halim sebelum membuka pelatihan ini.

Disamping itu diperlukan pula kesiapan mental yang tinggi dan ketulusan untuk mengabdi. Karena, para bidan yang bertugas di desa, kadang lokasinya sangat jauh dari kecamatan.

Pada kesempatan ini. Halim mengingatkan kepada peserta, agar benar benar mengikuti pelatihan ini, jangan segan-segan bertanya kepada para narasumber, jika ada yang belum dimengerti, (mr-90)

Sunday, November 24, 2019

Bahagia Memerangi Diri Sendiri

ilustrasi bahagia

Seorang rekan yang adalah seorang perokok acap mendapatkan nasihat yang saya sangat yakin kalau dia sendiri sudah sangat mengetahuinya. Nasihat itu adalah anjuran untuk dia berhenti atau paling tidak mengurangi jumlah rokok yang dihabiskannya. Tetapi, pada kenyataannya semua itu sama sekali ndak pernah mampu mengubah kebiasaan tersebut. Dja loh tetap mengonsumsi rokoknya, ada atau pun ti-daJJ ada orang yang menasihatinya.

Ketika saya bertanya kepadanya tentang hal tersebut;, dia berkata "aku sudah tajiu, tetapi bagaimana? So-ajifya, aku masih mau menikmatinya". J Ya, musuh terbesar dalam hidup kita adalah diri kita sendiri. Kegagalan untuk memerangi diri kita sendiri akan menjadi kegagalan kita dalam menjalani kehidupan ini.

Kegagalan kita menjalani kehidupan ini hanya akan mengurangi keutuhan kebahagiaan kita. Memerangi diri sendiri adalah kesungguhan demi untuk sebuah kemenangan.

Memerangi diri sendiri adalah keberanian dari diri kita untuk berkata "tidak" untuk sesuatu yang biasa kita lakukan dan untuk sesuatu yang kita sangat sukai.

Memerangi diri sendiri adalah keberanian untuk berkata "setop" terhadap sesuatu yang kita nikmati.

Memerangi diri sendiri adalah keberanian untuk menolak saat kita sangat ingin menerimanya. Karena itu, memerangi diri sendiri adalah sebuah keberanian, karena ketika kita memutuskan untuk melakukannya, maka kita melakukannya tanpa bantuan siapa pun.

"Saat itulah kita berjuang mengerahkan kemampuan kita melawan dan mengontrol hasrat kita sendiri yang sudah terlanjur menjadi bagian dari hidup kita. Hanya dengan cara itulah, kita dibebaskan dari ikatan tanpa

rantai yang membuat kita menjadi pribadi yang terbelenggu dan terpasung oleh diri kita sendiri.

Hanya dengan cara itulah kita menata hidup kita, memaksimalkan semua yang baik yang dapat kita tingkatkan dan membuang semua yang tidak berguna dan yang tidak membawa dampak, baik bagi diri kita sendiri maupun bagi sesama kita yang dihadirkan di sekitar kita. Untuk semua itu maka mulailah bersikap jujur terhadap diri kita sendiri, kejujuran terhadap diri sendiri memungkinkan kita memandang secara obyektif segala sesuatu yang kita lakukan.

Kejujuran

Kejujuran terhadap diri sendiri menolong kita mampu mengatakan tidak kepada segala sesuatu yang melekat pada diri kita, sekalipun hal itu tampak menyenangkan. Kejujuran pada diri sendiri membuat kita juga mampu menerima penilaian umum dari banyak orang tentang sifat-sifat dan perilaku kita sendiri yang tidak terlalu baik, namun yang selama ini kita anggap sebagai sesuatu yang wajar untuk terus diberlakukan.

Setelah itu, perkuatlah kesungguhan kita untuk mewujudkannya. Yakinkan diri kita bahwa pilihan kita untuk memerangi diri kita sendiri dari segala kebiasaan buruk kita adalah sesuatu yang benar yang di dalamnya kita tidak boleh mem-

96.30 fm

beri toleransi kepada sikap kompromi.

Tegaskan diri kita untuk segera berubah, pastikan bahwa apa yang kila lakukan adalah hal yang benar. Mengurangi dan meminimalkan adalah bagian dari upaya (itu memang sebagian dari kebenaran), tetapi sekaligus juga memberi kesempatan dan peluang untuk kita melakukan sebuah pengulangan, oleh karena itu, pertegaslah diri kita untuk tidak mengurangi, tetapi meninggalkan.

Kepantasan

Berikan kesempatan kepada orang lain untuk menghargai kita karena keberhasilan kita mengalahkan diri kita sendiri. Dengan kesungguhan yang demikianlah, maka kita akan tampak berbeda dan menjadi bahagia.

Kita menjadi pribadi yang berbahagia karena dengan cara itulah kita meningkatkan nilai diri kita, dan meningkatkan nilai diri berarti meningkatkan kepantasan diri kita. Meningkatkan kepantasan diri kita berarti meminimalkan peluang bagi orang lain untuk memberikan penilaian yang kurang baik tentang kita.

Akhirnya tidak pernah ada hasil yang dapat dicapai tanpa usaha, dan tidak pernah ada usaha yang tidak pernah dibayar dengan pengorbanan. Namun, buatlah pengorbanan kita menjadi pengorbanan yang bermakna.

Perangilah semua yang patut kita perangi dari diri kita dan pupuklah semua yang perlu di tumbuh kembangkan. Kita tidak mungkin dapat memenangkan dunia jika kita tidak mampu meme- nangkan diri kita sendiri lebih dahulu.