![]() |
| gambar ilustrasi google |
Menjaga kesehatan dengan berolahraga sih boleh-boleh saja. Tapi untuk Anda yang telah berusia melampaui 40 an tahun harus ingat akan kondisi tulang rawan di lutut. Badan mungkin masih kuat untuk dosis olahraga yang cukup tinggi, tapi bagian itu bisa cedera, dan buat Anda yang perempuan bisa memperbesar risiko osleoarthrts Henis rematik atau radang sendi yang paling jamak dialami, ketika sendi terasa sakit, bengkak, dan kaku.
Sebuah studi di Amerika Serikat terhadap 200 orang berusia 46-55 tahun dan berbobot tubuh normal menunjukkan indikasi itu. Studi menemukan, mereka yang paling giat berolahraga paling berisiko menderita cedera lutut Studi juga merumuskan, berlari dan melompat berpeluang lebih besar menyebabkan cedera pada tulang rawan dan ligamen ketimbang berenang dan bersepeda (santaih bahkan bagi orang-orang yang belum pernah menderita cedera lutut sebelumnya sekalipun.
Hasil studi itu dipresentasikan dalam forum tahunan "Radiological Society of North America belum lama ini. Berdasarkan kuesioner yang didesain untuk mengungkap seberapa berat latihan yang dijalani, para partisipan dibagi ke dalam kelompok yangja-rang beraktivitas, sedang-sedang saja, dan aktivitas tinggi.
Kelompok ketiga ditandai dengan aktivitas beberapa jam berjalan, olahraga, atau latihan jenis lainnya di setiap pekan. Aktivitas juga bisa diisi dengan berkebun atau kesibukan rumah tangga lainnya.
Para partisipan itu lalu menjalani pemindaian MRI di lutut dan diamati, apakah terjadi sobek, luka, atau ketidaknormalan lainnya di tulang rawan dan ligamen. Kerusakan yang dilihat dikaitkan hanya dengan tingkat aktivitas, dan bukan dengan usia ataupun gender.
Studi ini dan studistudi sebelumnya yang kami lakukan menyimpulkan kalau aktivitas risik yang berat, seperti berlari dan melompat, lebih buruk untuk kesehatan tulang rawan," kata ketua tim studi, Christoph Stehling, dari University of California, San Francisco. "Sebaliknya, aktivitas yang bersifat low Impact, seperti berenang dan bersepeda (santai), bisa melindungi organ paruh baya dari penyakit di tulang rawan, dan menghindarkan tulang rawannya yang masih sehat dari berkembangnya penyakit"
