FAKTA yang paling menarik untuk diutarakan, kebanyakan pendaftaran dalam cabang seni rupa adalah orang yang tidak memiliki bakat kreatif secara konkrit seperti menggambar atau mema tung sekaligus tidak memiliki minat ke arah itu.
Banyak hal yang selalu dicari dalam hidup dan kehidupan ini, seperli harta benda, pangkat, kekuasaan dan kebahagiaan. Untuk mencapai kenikmatan di dunia, banyak cara yang harus dilaksanakan dan diupayakan untuk mencapainya termasuk dalam bclajar dan mengapresiasi Reni lukis.
Dalam proses bclajar menga jar, seni lukis sendiri terdapat kecemasan akan punahnya aprc siasi terhadap kemampuan teknis seniman. Hal ini sedikit banyak juga disebabkan oleh karena begitu banyaknya dominasi teori sehingga mcngenvampingkan ekplorasi artistic yang lahir dari kecakapan (skill) yang hanya bergantung pada konsep sema ta. Farah Handani. Kompas 2003).
Di antara kcnikmatan-kenik-maian dunia termasuk di dalamnya, kenikmatan dalam kegiatan menggambar dan melukis seperli yang dilakukan dan dilaksanakan oleh murid TK, SD. siswa SLTA dan mahasiswa senirupa dan seniman pada cabang perguruan tinggi serta mengadakan apresiasi yang lebih dikenal dengan pameran seni rupa. Dulu saya pernah bcrangga pan, bahwa menggam bar atau melukis itu dianggap sebagai suatu kegiatan untuk menimbul kan kesan terlihatnya benda-benda tiga dimensi pada bidang datar sebidang kertas atau kanvas lukisan.
Akan tetapi, setelah mengikutiperkuliahan dan diskusi tentang seni lukis pada tingkat daerah dan tingkat nasional, ternyata menggambar dan melukis itu lebih dalam dari itu. (Adrian hill. How lo Draw. 1992).
Terutama sekali kenikmatan yang di dapat dalam tahapan mencoba dengan menggaris lurus, melengkung serta menggabungkan yang pada akhirnya bcrmua ra dan berlanjut kepada goresan yang mengarah kepada bentuk alum dan binatang serta bentuk yang terpikirkan oleh calon seniman itu.
Kesenangan dan kegembiraan yang muncul dalam proses keasyi kan kerja tanpa memperdulikan waktu yang berputar cepat, tanpa memperdulikan hasil yang dicapai. Apakah yang dibuat itu baik atau belum mencapai hasil yang diharapkan. Tapi yang pasti calon seniman ini (elah luluh dalam pengembangan pensil dan kilas pada gambar dan kanvas yang maha luas tiada balas.
Untuk memahami lebih mendalam apa sebenarnya menggam barkan dan melukis itu. kita akan menemukan makna yang lebih mendalam jika kila telah melihal dan menikmati hasil nyata seba gai dampak kerja penyaluran bakal, hobi yang tersimpan dalam rolling hati calon perupa/ seniman yang paling dalam.
Pada hakekatnya menggambar dan melukis itu adalah pcngung kapan rasa seni dari seorang melalui unsur seni secara mental dan visuil dari apa yang dialami diam bentuk garis, bidang, warna dengan penuh pertimbangan, keseimbangan dan aksentuasi untuk menciptakan komposisi yang manis dan menyenangkan serta tertata dengan harmonis.
Sering kita merasakan apa yang kita buat itu belum menca pai hasil maksimal seperti apa yang kila harapkan. Anehnya dalam relung sebuah hati terbersit rasa kebahagiaan yang mendalam, akan hal yang baru saja kita laksanakan.
Rasa puas akan keasyikan yang (crjadi selama berkecimpung dan berkutat dengan cat dan kuas untuk menuju penyelesaian sebuah karya seni rupa yang baru penuh inovasi.
Kebahagiaan dan kesenangan yang dicapai bukanlah hasil akhir, karena akan masih datang tanta ngan baru pada media yang baru untuk berkarya yang lebih baik dan lebih bagus dalam upaya incnambahkan bagan-bagan penting yang masih memerlukan scntuhan-scntuhan tambahan untuk mewujudkan karya seni yang mendasar dan hakiki.
Untuk sampai kepada tahap kenikmatan yang hakiki itu tidaklah semudah membalik telapak tangan, tentulah akan menempuh lorong-lorong sempit dan kecil yang memiliki onak dan duri di sepanjang perjalanan pensil dan kuas dengan segala perimbangan estetika sebelum smapai ke tilik finish yakni dipajangkanya karya tulis kita dalam pameran besar, sejajar dengan pelukis terkenal seperti Wakidi. Basuki Abdullah. Affan di.Sujoyonodan lain-lain.
Saya yakin dan berharap karya siswa dan guru sekarang ini akan dapal dipajang sejajar dengan pelukis terkenal lainya, karena banyak bentuk dan motivasi yang diberikan dalam men capai karya yang utuh secara maksimal.
Seperti sering membawa siswa melihal dan mengapresiasi pameran karya pelukis terkenal yang dipamerankan di museum, di galeri atau di sanggar seni lukis yang banyak terdapat di setiap kota dan provinsi.
Setiap individu itu berbeda dengan individu yang lainnya, masing-masing mempunyai ciri khas, baik sifat, nilai-nilai yang dianut maupun kemampuan yang dimilikjnya. Setiap orang adalah suatu konfigursi motif-motif, sifat-sifat sarat dengan nilai yang khas, tiap tindak yang dilakukan oleh seseorang mem bawa corak khas gaya kehidupan nya yang bersifat individu. (A/red Adler).
Namun satu hal yang perlu diperhatikan karena setiap orang mempunyai ciri khas, sebagai perbedaan individu, tidak usah marah dan gusar apabila karya yang kita tampilkan (idak cocok dengan selera penikmat seni, karena memang cita rasa dan instuisi setiap orang itu berbeda dan saling mengungkapkan prinsip masing-masing.
Oleh sebab itu, jangan gusar dulu bila ada yang sebahagian orang mencela dan merendahkan karya lukisan kita. Yang penting sekali janganlah kita larut dalam cacian pcnimat seni itu jadikan itu sebagai evaluasi dan introspeksi karya. Barangkali kita perlu mende ngarkan akan apa yang mereka perbincangkan dan apa yang mereka diskusikan itu karena mungkin ada sisi benarnya untuk pengembangan dan penda laman karya lukis kita di masa men datang.
Kalau perlu diadakan ajang diskusi/bedah karya dan sebaliknya jadikanlah pujian itu untuk memacu semangat dan motivasi kita dalam berkarya lebih aspiratif.
Pada penyelenggaraan pendidikan seni rupa sekarang ini yang sudah berbasiskan kecakapan hidup (life skill) dan bermuatan kompetensi yang mengharuskan siswa itu matang dalam berkarya dan dapat melaksanakan pame ran gambar dan lukisan dengan baik dan mencapai sasaran.
Berkarya dan pameran seni rupa ini sudah merupakan kalen der tetap setiap sekolah sesuai dengan kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahun 2005 yang bertujuan untuk memper dalam dan mengasah cita rasa seni penikmat dan rasa seni siswa dalam berkarya dan apresiasi.
Disamping memamerkan karya-karya terbaik pelukis dan karya siswa, selalu saja diadakan diskusi seni rupa dengan topik pembahasan seperti yang ada dalam lukisan yang terpajang di ruangan galery pameran itu.
Pada awal bulan Februari 2007 di Sumatra barat telah dilaksanakan pelatihan workshop komunitas kritikus seni rupa yang dilaksanakan oleh Fakultas Bahasa.Sastra dan Seni I INP Padang. Tujuannya, untuk menga nalisa, mengangkat dan memasya rakalkon masalah-masalah aktual yang sedang berkembang dalam seni lukis, sehingga masalah seni lukis dan pelukinya seperti Wakidi. Basuki Abdullah, Sujo yono. Affandi dan pelukis lainnya menjadi komunitas umum dan merupakan pokok pembicaran omag umum, apalagi komunitas seni rupa.
Sebetulnya banyak cara yang dapat dilaksanakan oleh perguruan tinggi seni, sekolah kejuruan seni lukis, tingkat SLTAdan SLTP untuk meningkatkan kemampuan dalam seni lukis dan rasa apresisi siswa.
Seperti melibatkan dan mengundang setiap sekolah itu untuk datang melihat pemeran dan berpartisipasi aktif dalam setiap diskusi, rasanya tidak terlalu berat bagi pembina orga nisasi siswa intra sekolah (OSIS) dan pihak sekolah untuk memberi izin. Kalaupun tidak pada jam belajar efektif, bisa saja sepulang siswa sekolah atau pada hari libur dan minggu.
Untuk mematangkan kegiatan berpameran dan rasa apresiasi siswa dalam pameran ini, akan sngat tergantung kepada kemauan dan kegigihan guru seni rupa dalam menciptakan kegiatan yang menarik dan mengkaitkan dengan metode pembelajaran seni rupa di sekolah.
Mudah-mudahan, kalau siswa telah sering kita bawha melihat dan mengunjungi pameran seni lukis, baik lingkat sekolah, atau di museum, semoga rasa seni dan apresiasi mereka terhadap karya seni rupa akan semakin terasa dan teruji. Dengan harapan pada suatu saat nanti mereka akan dapat melaksanakan pameran secara berkelompok atau per orangan. Semoga. *uPenulis adalah patriasimposium dan inomst pembelajaranlingkat nasional 2004 dan 2005mtwakili ktlompok guru dari Sumatra
Barat Di Cicarua, Bogor.
