Tuesday, November 19, 2019

Susanne Bayly, 24 Tahun Berjuang demi Cantumkan Nama Ayah untuk Akte Kelahiran Putrinya

ilustrasi operasi


Ganti Rugi Moral Rp 5,6 Miliar Tidak Cukup Nyaris seperempat abad Susanne Bayly, 51, berjuang agar bisa mencantumkan nama belakang sang "suami", Aklhisa "Aki" Yukawa, miliarder Negeri Matahari Terbit, di dalam akte kelahiran anaknya, Diana. Dengan aturan khusus, pemerintah Jepang akhirnya mengabulkan permintaan tersebut.

LEGA. Kebahagiaan itu terpancar di wajah Bayly. "Petugas pencatatan mengatakan kasusku unik. Sungguh mengagumkan saat melihat nama Aki sebagai ayahnya (tercantum dalam akte). Hal itu dapat mengobati kesedihan yang kuderita sekian lama," tutur ibu dua anak, Cassie dan Diana, seperti dilansir Daily Mail kemarin (23/6).

Memang tidak ada hukum yang bisa menjadi dasar legalitas penyandingan nama anak di luar pernikahan dengan ayah biologis. Ya. Bayly hanyalah kekasih gelap Yukawa. Karenaitu, persetujuan dikeluarkan oleh Menteri Luar Negeri Jepang. Apapun, bagi Bayly yang terpenting obsesinya tercapai. Nama lengkap anaknya sekarang Diana Yukawa.

Jalan yang ditempuh perempuan asal Wimbledon, barat daya London, Inggris, tersebut begitu berliku. Pengakuan Bayly sebagai wanita simpanan Yukawa tidak serta merta diterima oleh otoritas Jepang, juga keluarga sah Yukawa. Dia dimintai bukti hasil tes DNA yang menunjukkan bahwa Diana memang hasil benih sang miliarder.

Uji kesahihan bibit kelahiran itu memang perlu, karena Diana lahir selang tiga minggu sesudah Yukawa dijemput malaikat maut dalam kecelakaan Japan Airlines (JAL) 123 pada Agustus 1985. Petaka tragis yang juga merenggut 515 nyawa lain tersebut mematahkan seluruhharapan Bayly.

"(Berita ) itu amat menghancurkanku. Meskipun ketika ilu Aki masih memiliki istri dan dua putra, dia telah bersama saya untuk beberapa tahun. Begitu cepat belahan jiwaku pergi." ujar wanita yang berprofesi sebagai seniman di


Wimbledon.

Bayly lantas berkilah balik mengisahkan pertemuannya dengan Yukawa. Saat itu dirinya merupakan balerina yang baru berusia 21 tahun. Mereka bertemu di sebuah restoran di London pada 1978. Meskipun Yukawa telah memilikikeluarga di Jepang tetapi itu tidak menghalangi keduanya untuk saling jatuh cinta. Bayly pun pindah ke Tokyo, Jepang, mengikuti Yukawa. Pada 1981 dia melahirkan Cassie -kini 27 tahun--, putri pertama mereka.

Empat tahun kemudian Bayly hamil lagi. Asmara terlarang itu akhirnya diketahui oleh keluarga Yukawa. Nah. begitu Yukawa meninggal, keluarganya tak ingin borok tersebut tersebar, apalagi mereka keluarga terpandang. Bayly segera diberi uang GBP 340.000 (Rp 5,6 miliar) dengan syarat dia hengkang dari mata keluarga Yukawa. Tujuannya tentu saja untuk mengubur aib tersebut. Akhirnya, setelah melahirkan putri keduanya, Diana, Bayly kembali ke Inggris.

"Aki adalah pria kaya. Banknya tidak akan menerima skandal. Satu-satunya orang yang mengetahui hubungankami dan memberi restu adalah ibunya," ungkap Bayly.

Puluhan tahun telah berlalu, baik Cassie maupun Diana tumbuh sebagai gadis dengan bakat musik luar biasa. Baru-baru ini Diana mendapatkan kontrak dengan perusahaan rekaman Sony untuk album ketiganya. Diana ahli memainkan biola sedangkan kakaknya, Cassie, pianis yang sering mengadakan berbagai konser.

1 Kesedihan terbesarku adalah dia (Yukawa) tidak berada di sini untuk melihal kedua putrinya tumbuh menjadi gadis yang mengagumkan," tutur Bayly.

"Diana adalah versi perempuan dari Aki tentunya karena dia adalah putri Aki. Saya tahu Aki (Akihisa Yukawa) akan amat bangga atas kedua putrinya dan ingin membiayai hidup mereka. Tetapi saya berusaha sendiri untuk membiayai hidup mereka," aku Bayly, (war/ami/jpnn)
Comments


EmoticonEmoticon