Thursday, February 21, 2019

Inilah alasan kenapa Dapur Wajib Punya Jendela

Ilustrasi jendela dapur (google image)

DAPUR harus punya bukaan yang cukup supaya sirkulasi udara lancar. Dengan demikian, kebersihan dan kesehatan udara dapur tetap terjaga. Ada dapur terbuka (open kitchen), ada juga dapur tertutup (close kitchen).

Jenis dapur tertutup biasanya ditempatkan di satu ruangan tersendiri. Keuntungannya, kegiatan apapun di dapur tidak akan terlihat dari ruangan lain. Jadi, mau seberanta-kan apapun dapur ketika kila memasak, ndak akan mengganggu orang yang ada di ruangan lain.

Begitu pula dengan baubau tak sedap, yang mungkin diakibatkan bahan makanan, seperti

ikan, daging, dan sebagainya, tidak akan mudah tercium dari ruangan lain di rumah. Tapi adajuga kekurangannya.

Dalam Practical Ideas for Kitchens and Bathrooms disebutkan bahwa dapur dengan konsep tertutup memiliki area sirkulasi yang terbatas. Itu sebabnya, dapur tertutup wajib memiliki bukaan supaya pertukaran udara berjalan lancar. Jadi baubau tak sedap dan uap sisa memasak tidak akan lama mengendap di dalam ruangan. Selain itu, sinar matahari yang masuk, juga akan membual dapur lebih sehat,

Wednesday, February 20, 2019

Mengupas Khasiat Buah Cinta

Ilustrasi buah cinta strawberry

BUAH strawberry menyimpan nutrisi yang luar biasa. Selain antioksidan, buah ini juga kaya serat, rendah kalori dan mengandung vitamin C, folat, potassium, serta asam ellagic. Beberapa khasiat strawberry, mampu menyusulkan kadar kolestrol. Dapat membantu melumpuhkan kerja aktif kanker karena asam ellagic yang dikandungnya. Strawberry juga dapat meredam gejala stroke. Strawberry mengandung zat anti alergi dan anti radang.Konsentrasi tujuh zat antioksidan yang ada pada strawberry lebih tinggi dibanding buah atau sayuran lain, sehingga strawberry merupakan buah yang efektif mencegah proses oksidasi pada tubuh (Oksidasi ialah hancurnya jaringan tubuh karena radikal bebas. Oksidasi juga bertanggung jawab pada proses penuaan). Buah ini kaya akan vitamin C sangat bermanfaat bagi pertumbuhan anak. Strawberry yang hanya sedikit mengandung gula juga cocok untuk diet bagi pengidap diabetes.

Jika dimakan teratur dapat menghaluskan kulit dan membuat warna kulit terlihat lebih cerah dan bersih. Khasiat yang terkenal lain adalah anti keriput. Strawberry dapat memutihkan atau membersihkan permukaan gigi. Strawberry ampuh melawan encok dan radang sendi. Selain isinya, daun strawberry juga berkhasiat karena memiliki zat astringent Tiga hingga empat cangkir air hasil rebusan daun strawberry per hari, dapat efektif menghentikan serangan diare.

Kebutuhan vitamin C orang dewasa per harinya dapat dicukupi oleh 8 buah strawberry (98 mg). Kebutuhan serat juga sekaligus bisa terpenuhi. Banyaknya kegunaan strawberry bagi kesehatan, bisa dikatakan kalau buah ini cocok disebut "buah cinta. Buah yang dapat menjadi hadiah istimewa penuh cinta untuk kesehatan tubuh Anda sendiri.

Penggunaan Resep Generik Rendah

Ilustrasi Obat generik

MESKI berkualitas sama dengan obat bermerek dagang dan harganya jauh lebih murah, penggunaan obat generik dinilai masih rendah. Ke depan, tak hanya rumah sakit pemerintah, rumah sakit swasta pun akan dikenal kewajiban meresepkan obat generik.Hal itu disampaikan Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih dalam seminar Revitalisasi Penggunaan Obat Generik pada Akses Pelayanan Kesehatan di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (12/1). "Kami akan benahi dulu rumah sakit pemerintah. Barulah setelah itu kewajiban yang sama akan kami terap- kan pada rumah sakit swasta," katanya.

Berdasarkan data, peresepan obat generik di rumah , sakit umum milik pemerintah sekarang baru mencapai 66 persen. Sementara di rumah sakit swasta dan apotek baru 49 persen.Menkes mengatakan, ketersediaan obat esensial generik di sarana pelayanan kesehatan juga baru mencapai 69,7 persen. Padahal, targetnya 95 persen. Untuk itu ia terus melakukan terobosan lewat program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkes-mas) dengan cara mendorong rumah sakit melakukan klaim-klaim Jamkesmas ke pusat.

"Dengan cara itu, bisa dya-min masyarakat dapat mengakses obat esensial generik. Sebab, dalam Jamkesmas, obat standar yang harus digunakan adalah generik," katanya.Pemerintah, kata Endang, juga mempromosikan penggunaan obat generik secara rasional lewat pendekatan edukatif untuk mengimbangi promosi obat non-generik. "Selain itu, pemerintah berusaha menjamin kesinambungan suplai obat generik dengan meningkatkan daya saing industri farmasi nasional lewat pemberian insentif ekonomi yang wajar bagi industri farmasi yang memproduksi obat generik," katanya. Timur Arif Riyadi

Mirip Bengkel, Sehari Bisa Delapan Kali Transplantasi

ilustrasi negara china

Kita sering mendengar pepatah,Belajarlah walau sampai ke negeri China. Untuk transplantasi liver,Tiongkok memang tempat belajar yang paling tepat. Selain jumlah kasus yang ditangani paling banyak, juga teknik operasinya paling maju. Begitu pula perawatan pascaoperasinya.

JANUARI ini sebenarnya bukan waktu yang tepat untuk datang ke Tianjin, Tiongkok. Sebab, udara di kota itu, seperti juga di Beijing, sedang tidak ramah. Suhunya bergerak dari minus 8 sampai minus 13 derajat Celsius, di bawah nol. Bagi orang lokal, ini musim dingin terburuk dalam lima tahun terakhir.Namun, karena berpacu dengan waktu, inilah pilihan terbaik kami. Seperti yang saya sebutkan di tulisan kemarin, kami sedang berusaha menyelamatkan seorang bocah berumur tiga tahun yang sangat memerlukan liver baru.

Bocah ini akan mendapatkan donor dari ibunya.Untuk itulah, sembilan dokter dan dua perawat dari RSUD dr Soetomo Surabaya belajar dengan sangat serius di OOTC (Oriental Organ Transplant Center), Tianjin. Kondisi bocah inilah yang membuat kami tak takut pada dinginnya udara Tiongkok. Ketika kami tiba. Minggu pagi (17/1), suhu di Beijing minus 10 derajat Celsius. Begitu pula di Tianjin, yang berjarak sekitar 2,5 jam dengan bus dari ibu kota negeri berpenduduk 1,3 miliar orang itu.

Tanpa saya ceritakan pun, pembaca pasti sudah bisa membayangkan dinginnya udara bersuhu serendah itu. Dari dalam gedung terminal, terlihat salju masih menyelimuti sebagian jalan dan atap bangunan-bangunan di luar bandara. Padahal, sinar matahari cukup cerah. Artinya, udara di luar bandara memang sedang sangat dingin Tianjin sebenarnya bisa dicapai dengan kereta api yang baru dari Beijing, Lebih cepal, hanya 28 menit. Tetapi, karena kami masing-masing membawa koper besar -risiko traveling di musim dingin terlalu ribet kalau harus menggunakan kereta. Apalagi, masih harus pakai underground (kereta bawah tanah) dulu. Dan, di sana, baik di bandara maupun stasiun, tidajc ada petugas portir yang bisa membantu mengangkat koper.

Naik bus iebih simpel karena bisa langsung naik dari bandara. Turunnya di terminal bus Tianjin. Dari sini bisa naik taksi ke hotel atau ke mana pun tujuan kita.Tepat jam makan siang, kami tiba di terminal Tianjin. Di situ Yang shefou (paman Yang) sudah menunggu kami dengan mobil pribadinya. Dia inilah yang melayani segala kebutuhan Dahlan Iskan selama dirawat di Tianjin. Ketika kembali ke tanah air, dia ikut dan tinggal di Surabaya selama enam bulan untuk mengurus makanan Dahlan.Ini karena makanan punya peran penting dalam proses pemulihan pasien post-transplant. Jadi, meski dokter telah mengizinkan makan apa saja, sebagaimana orang normal, sebaiknya pasien tetap memperhatikan kandungan dan nilai gizi makanannya. Misalnya, jangan terlalu banyak mengonsumsi kandungan protein. Sebab, liver baru belum bisa bekerja maksimal.

Jarak terminal dengan Hotel Hua Xia tempat kami menginap, hanya 15 menit dengan taksi. Ongkosnya juga tidak mahal.Hotel Hua Xia tidak besar, tapi bintang tiga. Lobinya kecil dan sederhana. Begitu pula restorannya. Tetapi, kamarnya sangat bersih, nyaman, dan apik. Para petugas dan pelayannya juga ramah, meski itu hotel milik pemerintah.Dulu, pegawai pemerintah di Tiongkok memang terkesan sangar dan tidak ramah. Apalagi polisi, militer, dan petugas imigrasinya. Tetapi, sekarang tidak lagi. Mereka sekarang umumnya ramah, santun, dan murah senyum. Tiongkok benar-benar sudah berubah.Hal paling menarik dari hotel ini, menurut saya, adalah adanya kotak-kotak kondom dan obat kuat di setiap kamar. Beberapa tahun terakhir, untuk menghambat penyebaran penyakit hepatitis dan HIV/AIDS, pemerintah di sana mewajibkan semua hotel menyediakan kondom di setiap kamar. Kalau obat kuat, itu kreativitas pihak hotel.

Namun, karena kemasan barang-barang tersebut mirip kotak permen dan diletakkan di meja samping ranjang, sebagian dari kami lantas mengira itu penmen. Untung, ada yang memberi tahu saya. Dengan demikian, di antara kami tidak ada yang sempat mengunyah kondom. He he.Minggu itu kami free. Tetapi, karena niat kami ke Tianjin untuk belajar, bukan piknik, waktu kosong itu kami pakai untuk diskusi tentang hal-hal yang perlu diperdalam selama di OOTC.Senin pagi (18/1) yang kami nantikan tiba. Pukul 06.00 waktu setempat, saya sudah bangun. Langit di luar masih gelap dan berkabut tebal. Berarti di luar sana sangat dingin. Namun, suara klakson mobil sudah ramai bersahutan. Para pejalan kaki dan pengendara motor, sepeda bermotor, dan sepeda onlhel juga sudah banyak yang berlalu lalang. Semuanya mengenakan overcoat, tebal dengan penutup kepala dari bahan wool.

Luar biasa etos kerja bangsa Tiongkok ini. Layak diacungi dua jempol. Bayangkan, di pagi yang masih buta dan sangat dingin seperti itu mereka sudah mulai beraktivitas. Pantas kalau negeri ini bisa maju pesat dalam waktu singkat.Jarak antara hotel dan rumah sakit Tianjin First Central, tempat OOTC bernaung, hanya 10 menit berjalan kaki. Ketika kami berangkat, matahari mulai bersinar. Tetapi, udaranya masih cukup untuk membekukan ujung hidung dan jari-jari kami. Maklum, masih minus 8 derajat Celsius. Atau dua derajat lebih hangat dari ketika kami tiba di Beijing.Sebagaimana umumnya, acara pertama kami adalah perkenalan dengan para petinggi OOTC. Mereka menyambut kami dengan baik dan hangat. Bahkan, presiden direkturnya, Prof Dr Shen Zhongyang, langsung menawarkan kunjungan ke pusat transplantasi lain yang dipimpinnya, yakni di Rumah Sakit Tentara Beijing. Sebuah tawaran menarik yang tak mungkin kami tolak.Acara berikutnya adalah berkeliling melihat fasilitas-fasilitas yang mereka miliki. Makan siang, lantas mendengarkan kuliah tentang teknik transplantasi liver.

Sebenarnya, kami ingin sekali bisa melihat langsung pelaksanaan Iransplantasi. Maklum,lima dari sembilan dokter yang ikut adalah ahli bedah digestif (perut) dan vaskuler (pembuluh darah) dan tiga lainnya ahli anestesi dan konsultan ICU. Begitu pula perawatnya. Yang seorang perawat untuk critical care (ICU), sedang yang lain, perawat bedah di kamar operasi.Hanya dr Sjamsul Arief yang bukan. Artinya, mereka adalah orang-orang yang sehari-hari berhubungan dengan operasi, anestesi, dan perawatan masa-masa kritis post atau pascaopcrasi. Jadi, wajar sekali kalau mereka ingin segera bisa kembali ke "habitatnya.Sayangnya, jadwal kami hari itu adalah kuliah di ruang pertemuan. Bukan di kamar operasi. Baru pada Rabu (20/1) kami diikutkan operasi. Itu pun masih tentatif (belum pasti), menunggu ada tidaknya donor cadaver (mayat). Maka, hari itu kami hanya bisa menyampaikan harapan (sambil berdoa).

Tampaknya Tuhan mendengar doa kami. Saat menanti jadwal berikutnya, Ellen Wei, sekretaris presdir OOTC, menawarkan, apakah kami mau ikut operasi? Siang itu akan ada transplantasi dengan menggunakan donor hidup. Risikonya, kalau kami mau, jadwal kuliah ditiadakan.Mendengar itu, serentak kami menjawab, "Ya, mau!" Pucuk dicinta ulam tiba. Mana mungkin ditolak.Karena operasinya agak siang, kami disuruh makan dulu di ruang VIP kantin rumah sakit, yang sudah di-booking Ellen. Di ruang itu hanya ada sebuah meja bundar yang tak terlalu longgar untuk 12 orang. Di situ sudah ditata peralatan makan yang terlalu bagus untuk ukuran kantin rumah sakit. Makanan dan cara menyajikannya juga oke banget.

Seusai makan, kami langsung ke lantai dua, ke ruang Prof Dr Shen Zhongyang yang bersebelahan dengan kamar kerja si cantik Ellen Wei. Kami ke situ bukan untuk bertemu Prof Shen. Sebab, seusai berkenalan dengan kami tadi, dia langsung ke bandara, terbang ke Beijing untuk rapat dengan Departemen Kesehatan. Kabarnya, hari itu dia minta izin untuk datang siang karena ingin menyambut kami. Sungguh suatu kehormatan bagi kami, tim dari RSUD dr Soetomo Surabaya.Dengan didampingi Cindy, penerjemah resmi OOTC, kami menuju lantai 12 untuk ganti pakaian operasi.Sambil menunggu donor dan resipien disiapkan kami diajak ke lantai 13. Lantai ini terisolasi. Hanya mereka yang terlibat operasi yang boleh masuk. Di situ ada 10 ruang operasi, serta ruang penyimpanan bahan dan instrumen untuk operasi. Di salah satu ujung lantai ini ada lift besar untuk menaikkan pasien yang akan dioperasi, dan untuk menurunkan pasien yang selesai ditransplant. Di sisi lain lantai ini ada ICU. Tetapi, tempat ini bukan untuk pasien post-transplant. Ruang tersebut untuk pasien operasi lain dan pasien pascatransplantasi yang belum siap dipindahkan ke ruangan, tetapi tidak lagi memerlukan pengawasan dan perawatan sangat intensif.

Untuk pasien yang baru ditransplantasi, yang tentu memerlukan pengawasan dan perawatan sangat intensif, disediakan ICU khusus di lantai 12. Ruang ICU ini terletak di samping lift yang ke lantai 12. Di ruang inilah, Dahlan dulu "singgah" dan kali pertama dijenguk keluarganya, setelah livemya diganti dengan yang baru.Lift yang ke lantai ini dijaga petugas khusus. Hanya dokter dan keluarga pasien yang dirawat di ICU yang boleh naik. Begitu pula pengunjung di lantai 13.Meski ruang operasi ada di lantai 13, pengunjung ICU lantai tersebut tidak bisa masuk ruang operasi. Sebab, untuk ke ruang-ruang operasi itu, hanya ada satu akses lift pasien yang ada di dalam ICU lantai 12. Letak lift ini tersembunyi dan diawasi. Karena itu. tidak sembarang orang bisa menemukannya, apalagi menggunakannya.

Oriental Organ Transplant Center atau OOTC sebenarnya bukan rumah sakit tersendiri. Hanya gedung dan administrasinya yang mandiri. Tetapi, secara yuridis, pusat ini berada di bawah naungan Tianjin First Central Hospital (TFCH). Sebuah rumah sakit pendidikan yang "tugas"-nya mendukung program pendidikan kedokteran Universitas Nankai, Tianjin.Center ini memiliki 14 lantai. Lantai satu dan dua untuk administrasi dan kantor manajemen. Tiga-empat untuk ginjal dan saluran kencing. Sisanya, lantai lima hingga 12 untuk iransplantasi. Tapi, lantai 13 khusus untuk transplantasi liver. Lantai teratas, untuk menyimpan instrumen operasi dan peralatan lain yang terkait dengan operasi.Meski lantai 13 telah ditetapkan sebagai "wilayahnya transplantasi liver, sesekali tempat itu digunakan juga untuk ginjal. Yakni, ketika yang ditransplantasikan bukan hanya ginjal, melainkan multiorgan transplant (yang ditransplantasikan lebih dari satu organ).

Untuk operasi jenis ini, organ yang digunakan berasal dari satu donor. Seperti yang saya saksikan pada hari terakhir saya di situ, dari satu donor didapatkan tiga organ sekaligus. Yakni, liver, dua ginjal, dan satu pankrcas. Karena umur organ-organ tersebut sangat terbatas meski sudah didinginkan ruang operasinya tidak boleh berjauhan. Karena itu. begitu selesai dicuci, masing-masing ginjal bisa langsung ditransplantasikan ke tubuh resipien. tanpa membuang lebih banyak waktu karena harus menunggu lift, misalnya. Begitu pula liver dan pankreasnya.

Ada katanya seorang pasien membutuhkan dua organ sekaligus Satu ginjal dan pankreas atau jantung dan paru-paru. Untuk ginjal, dalam transplantasi. seorang pasien hanya membutuhkan satu ginjal. Karena itu. transplantasi organ yang satu ini bisa dilakukan dengan menggunakan donor hidup. Sama dengan liver.Bisa belajar transplantasi di center ini sungguh suatu keberuntungan. Sebab. OOTC termasuk pusat transplantasi yang sangat aktif. Sebagai bukti, dalam setahun, center ini bisa melakukan lebih dari 650 transplantasi liver. Bahkan, mereka pernah melakukannya lebih dari 1.000 penggantian liver dalam setahun. Untuk ginjal, jumlahnya kurang lebih sama. Padahal, satu tahun hanya ada 365 hari.Pada hari terakhir saya di sana, center itu melakukan delapan transplantasi liver dalam sehari. Bayangkan! Kok mirip bengkel ya!

Center ini memang lebih tepat disebut bengkel manusia daripada rumah sakit. Bengkel manusia terbesar di dunia, karena center ini yang paling banyak menangani penggantian organ-organ rusak dengan yang baru, dibanding pusat transplantasi lain di dunia.Saya katakan mirip bengkel karena sejak masuk ke lobi OOTC sampai ke lantai-lantai tempat pasien dirawat. Anda tidak akan melihat perawat, pasien, dan dokter yang berseliweran. Sesekali saja, kalau beruntung. Anda berpapasan dengan pasien yang didorong kursi roda atau kereta dorong.Namun, di lantai 13, Anda akan melihat betapa banyaknya manusia yang diganti "onderdirnya. seperti sebuah bengkel mengganti spare parts mobil-mobil yang rusak agar bisa berjalan lagi.

EKSPEKTASI TERLALU TINGGI AKAN MEMBUNUH KREATOR

Aria kusuma ist

Terpilih sebagai Sutradara Terbaik pada Festival Film Indonesia (FFI) 2009, Aria Kusumadewa, 46 tahun, bersikap biasa saja. Bahkan ia menyaksikan kemenangannya itu dari layar televisi di sebuah warung Tegal. Film besutannya, Identitas, yang keluar sebagai Film Terbaik, pun dianggap paling tidak memuaskan dibanding tujuh karyanya yang lain. "Identitas terlalu menyuapi penonton," ujar Sutradara Terpuji Forum Film Bandung 2002 itu. "Karya yang baik, kalau tidak menyuapi penonton, memberikan wacana yang berbeda."

Selama ini, Aria dikenal sebagai sutradara di jalur film independen (indie) yang kerap mengangkat kehidupan kaum marginal, termasuk para pelacur, yang memang dekat dengan lingkungan dia nongkrong. Film-filmnya, seperti Novel Tanpa Huruf R, (2003) kerap mengundang hujatan sekaligus pujian. Aria justru senang.Rabu lalu, di Gelanggang Remaja Jakarta Timur, Jalan Otto Iskandardinata, Aria menerima wartawan Tempo, Ngarto Febru-ana dan Akbar Tri Kurniawan, serta fotografer Dwianto Wibowo untuk sebuah wawancara. Berikut ini petikannya.

Bagaimana proses kreatif pembuatan film Identitas ini?Saya enggak punya duit. Empat tahun tidak membuat apa-apa, saya bawa (skenario trilogi) ini ke beberapa produser, tapi tetap tidak ada yang mau. Temyata Deddy Mizwar yang memanggil. Tapi dia juga enggak mau sebuah film dengan pola bertutur modem ada tiga macam cerita di dalamnya.Karena produser banyak yang tidak mau, saya copotin cerita itu satu per satu. Yang mana dulu saya bikin. Saya kumpulin teman-teman komunitas yang sudah kaya. "Bantuan gue, deh. Aku mau bikin film ini tapi duitnya belum ada, dan ini untuk roadshow di kampus-kampus."

Ada satu produser di daerah Cempaka Putih (Jakarta Pusat), teman nongkrong saya (meminjamkan kamera). Cari pemain, aku panggil Tio Pakusadewo. Tapi gue bilang, kalau filmnya laku, baru gue bayar. Targetku juga bukan komersial. Eh, ter-nyata, begitu mulai syuting, Deddy Mizwar telepon, "Aria, lu bisa ke kantor?" Gue bilang, "Sori Ji (Pak Haji), lagi syuting, nih.". Jadilah dia datang ke lokasi. Kerjaan kita cukup serius. Seadanya, comot dari sana-sini. Deddy Mizwar rupanya kasihan lihat itu. Lama-lama Deddy nanya, "Coba lihat skenarionya." Lalu dibawa. Syuting sudah tiga hari, duitnya habis. Kayaknya berhenti nih syuting, duitnya cuma Rp 50 juta. Kru 40 orang, figurannya seabrek.Ya, udah kita berhenti, kalau ada duitnya, kita te-rusin.

Lama-lama aku berpikir, kenapa enggak ke Deddy Mizwar aja. Gue dateng. "Berapa lu perlu?" kata Deddy. Seratus lima puluh juta (rupiah). Tapi Deddy minta, sehabis bikin film, aku kerja sama dia. Aku setuju, aku bilang utang honor dululah. Setelah seminggu, duit mulai habis. Datang lagi ke Deddy Mizwar, utang lagi 100 juta (rupiah). Dikasih lagi. Dari situlah aku sudah memiliki kontrak hati sama Deddy. Dia satu-satunya produser di Indonesia yang percaya sama aku.

Deddy memberi masukan untuk film Anda?Enggak, sama sekali. Hanya satu pesan dia,"Filmnya pakai musik, ya, biar kelihatan film, biar bisa dijual."Lalu gue utang lagi ke dia. Dia ngomong,"Lu belum kerja sama gue, udah utangnya banyak.Ya, udahlah film lu gue beli aja. Nanti film iu gue transfer ke Kino Transfer 35 supaya bisa tayang di bioskop. Aku agak terganggu.Tapi akhirnya setuju, biarlah Deddy bawa (film) itu ke bioskop, tapi aku tetap roadshow ke kampus-kampus. Roadshow di delapan kota di Jawa dan sukses.

Apa yang istimewa dari film Identitas dibanding film Anda sebelumnya, Beth dan Novel Tanpa Huruf R" Aku merasa mundur. Ini personal banget, ya. Menurut saya, film Identitas terlalu menyuapi penonton. Menurut pandangan saya, karya yang baik, kalau tidak menyuapi penonton, memberikan wacana yang berbeda, ada dinamika. Misalkan film itu ditonton sepuluh penonton. Masing-masing penonton memiliki persepsi yang berbeda setelah menonton film. Berarti film tersebut telafl mampu memberikan wacana yang dinamis. Tapi, kalau sepuluh penonton itu persepsinya sama, film itu gagal.Film Novel Tanpa Huruf R, sepuluh yang menonton, ada sepuluh persepsi berbeda, ada yang menghujat, ada yang memuji.Dari segi kepuasan batin, mana yong puling memuaskan? Yang paling enggak puas, ya, ini (Identitas).Pesan apa yang Anda sampaikan lewat Identitas?

Sederhana, ini film pertanyaan. Saya ingin menyampaikan apakah identitas itu diperlukan dalam kehidupan. Kenyataan sehari-hari, identitas itu berbentuk legal formal, seperti KTP {kartu tanda penduduk), temyata dibutuhkan dalam kehidupan ini. Misalkan punya tanah tidak punya suratnya, disiU. Tidak ada KTP, dirazia. Orang mati tidak memiliki identitas, ia tak mendapat hak-hak kematiannya.Yang lebih luas lagi, identitas menurut dili kita pribadi bukan legal formal. Coba kita lucuti atribut kita masing-masing. Pada akhirnya, menurut pandangan seorang Aria, identitas itu adalah eksistensi hidup, bukan yang berbentuk KTP dan atribut lainnya. Tapi tidak memiliki atribut bisa mendapatkan gangguan.

Ide film ini Anda dapatkan saat ditangkap polisi kin imm tak memiliki KTP? Iya.Bagaimana Anda melakukan riset untuk Identitas"! Riset untuk film Identitas sangat kuat. Saya tongkwngin rumah sakit, melihat situasi dan peristiwa yang tidak masuk akal. Ada orang akan diamputasi, padahal dia sakit usus bantu. Ini beneran, ada di koran, saya kliping. Sejak tahun 2000 saya Wiping berita-berita kesehatan.Film-film Anda mengangkat persoalan kaum marginal....

Saya sudah akrab dengan kehidupan kaum marginal. Sejak SMP saya hidup di lingkungan itu. Saya tidak canggung mengangkat (kehidupan) kaum marginal. Saya sendiri sering nongkrong dengan pekcun-pekcun (pelacur) di Bulungan (Gelanggang Remaja Bulungan, Jakarta Selatan). Jadi saya tahu realitasnya. Ada yang sedang melacur tiba-tiba ibunya datang, marah-marah. Begitu dikasih uang 100 ribu, diam, langsung pulang. Itu sesuatu yang bagi mereka biasa tapi bagi kita luar biasa.Empat biliun tidak berkarya, apa kegiatan Anda?

Ya, itu kerjaannya, nongkrong. Kami sering mengadakan workshop. Kebetulan Lola Amaria bikin film Betina, mentornya saya. Mulai dari workshop sampai distribusi saya yang ngurusi.Pernahkah Anda berpikir film Anda masuk FFI? Belum pernah. Belum pernah satu pun filmku yang ikut FFI. Ada (yang ikut festival) di Belanda. Itu pun saya tidak pernah bicara ke media.Apa makna kemenangan ini bagi kalangan indie?

Untuk seorang kreator, ekspektasi membuat karya adalah membuat karya, bukan berorientasi pada festival. (Kalaupun) ekspektasi pada festival, ya, festival hanya sebuah pesta. FFI itu pesta. Ada orang bikin bikin pesta, makan-makan. Dalam makan-makan ada tanding panco, lalu ada yang dapat hadiah. Jadi menyikapi festival itu, ya, biasa-biasa saja. Enggak usah terlalu ideologis. Apalagi kalau ada seorang kreator menghujat, siapa pun yang menang dihujat. Ini akan menjadi iklim yang tidak sehat, akan menjadi efek domino di daerah.

Mengganggu mentalitas kalangan indie?Festival ini seolah-olah dianggap sesuatu yang ideologis. Aku ngomong begini bukan karena sudah menang. Aku sudah membuktikan aku enggak pernah ikut FFI. Masuk bioskop pun baru pertama kali dari tujuh film yang pernah aku buat. Aku tidak pernah berharap-harap. Awalnya Deddy Mizwar ngomong, "Ikut FFI, ya?" Aku jawab, "Enggak usah, Ji." Lalu jawaban dia menyentuh, "Yang mau senang lu doang apa, lu boleh enggak senang, tapi ada cameraman, editor, pemain lu, mereka pingin juga punya kebanggaan hidup."Ya, udah, ikut.

Waktu pengumuman nominasi di Batu (Javya Timur), aku diundang padahal aku sedang latihan dengan copet-copet di sini (Gelanggang Remaja Otista, Jakarta Timur). Dapat SMS, (film Identitas) masuk sembilan nominasi.Jujur saja, saya pribadi, melihat festival, apa pun itu, ya, itu sebuah festival. Kalau saya tidak bersikap seperti itu, saya bisa terganggu dengan karya-karya selanjutnya. Nanti ribut mau ikut festival ini-itu, malah bikin filmnya belum, tapi sudah mikirin festival. Lama-lama karya itu akan mengejar bentuk. Sebetulnya karya yang baik itu tidak mengejar bentuk, dia lahir bukan diciptakan.

Festival ini bisa menggairahkan Film indie?Kalau i mt nk film milir, saya berharap (bisa menggairahkan). Tapi, kalau saya pribadi, mau ada FFI atau tidak, saya tetap berkarya. Toh, saya sudah bikin .film tujuh biji, tidak pernah ikutan FFI.Ekspektasi yang terlalu tinggi terhadap itu, salah menyikapi kalah-menang, akan membunuh seorang kreator. Banyak contohnya, baru menang Piala Citra, besoknya kelakuannya sudah tidak keruan, setelah itu ambruk. Mungkin saran saya untuk kreator yang ribut-ribut ini, sikapilah festival itu sebagai sebuah pesta. Tidak usah menghujat juri, jurinya lalu menghujat penonton. Tanggung jawab seorang kreator adalah membuat film, mau ada festival atau tidak, tetap bikin film. Kalau filmnya banyak berkembang, festivalnya juga pasti akan berkembang.

Tahun 2009 ini kebangkitan film indie?Baru bergairah, karena di film indie harus terlibat beberapa elemen, termasuk pemerintah, lembaga-lembaga film yang dibiayai oleh BP2N (Badan Pertimbangan Perfilman Nasional). Dari sini saya memiliki beberapa peluang dari BP2N yang diketuai oleh Deddy Mizwar. Saya ingin membuat worksliop besar di daerah Yogya, Semarang, keliling. Selama masih ada orang-orang yang memperhatikan film indie, ia akan maju; sekarang masih bergairah. Sama seperti di Hollywood, saat mereka kehabisan tema, semua film temanya hampir seragam, mereka melakukan riset ke bawah.

Selain itu?Dana. Bahwa workshop dan pendidikan yang mumpuni itu juga harus dilakukan di daerah. Di daerah itu banyak gagasan dan local genius. Tapi kadang mereka mau menyewa lampu saja, tidak kuat karena tidak kuat dananya. Lampu pun harus nyewa di Jakarta, tidak bisa di daerah.Saya berharap film Indonesia tidak seragam tema. Seperti pada 1980 ada banyak tema film, workshop berkembang, Gita Cinta dari SMA berkembang, film action-nya berkembang. Dulu kita sudah punya ekspektasi sebelum menonton, mau nonton film Cina di Jatinegara, mau nonton film India di Crivoli. Sekarang kan tidak seperti itu.

Apa penyebabnya?Salah persepsi yang terjadi di produser. Produser mengira penonton di Indonesia menyukai film yang seperti ini, padahal penonton itu di-/ait accompli. Mereka hanya disuguhi film jenis itu.Yang dianggap produser-produser asing yang ada di sini, penonton Indonesia itu tunggal. Senang dibodohi, padahal tidak. Publik itu tidak tunggal. Produser merasa penonton suka dengan itu (film-film hantu), padahal penonton tidak bodoh.
Kemenangan film Identitas ini akan berkontribusi pada kegairahan film indie di daerah?

Itu secara otomatis. Walaupun (saat pengumuman pemenang FFI) aku di warteg di luar Jakarta, semua telepon dan (pesan) Facebook penuh daii kawan-kawan indie di daerah. Semangat itu sudah pasti tumbuh daii mereka. Saya tidak mau semangat ini hilang, maka saya memiliki tanggung jawab plus dengan kemenangan ini.Untuk lebih menggairahkan film indie?Kalau film indie sudah bisa masuk ke film mainstream, dan pemilik modal sudah mendapatkan fa{ue-nya, saya yakin banyak yang akan berinvestasi di kelompok indie ini. Dengan Identitas menang, saya berharap para produser percaya kepada kelompok-kelompok indie dan membawa film ini ke film mainstream tanpa ada intervensi orisinali-tasnva.

Kalau sudah masuk mainstream, lalu apa bedanya?Nah, ini problemnya. Banyak orang salah memahami arti indie. Indie itu berarti suatu spirit. Bioskop atau kampus itu ruang presentasi. Saya menyebutnya indie itu independen. (Indie) adalah spirit kebebasan berpikir tanpa diintervensi oleh siapa pun. Selama sepuluh tahun saya di film indie, saya mempertahankan itu. Setiap saya melibatkan pada film mainstream, selalu ada intervensi pada gagasannya, dan saya tidak mau, saya tolak. Sehingga pada saat ada intervensi seseorang untuk menghancurkan kebebasan itu, ya jangan mau. Spirit itu sebetulnya yang harusnya ditransfer ke kawan-kawan indie

Spirit independen itu tidak ada kaitannya dengan nilai film tersebut komersial atau tidak. Saya memaknai sebuah independensi film adalah bagaimana film itu dibuat dengan spirit kebebasan berpikir.Bagaimana pandangan Anda tentang irim film indie Hollywood?Mereka bagus-bagus. Mereka juga komersial karena mereka punya bioskop. Di Amerika sangat banyak bioskop untuk film-film indie, di ruko-ruko yang itu ditonton 50-an orang. Di Eropa banyak, di sini enggak ada.Banyak anak-anak muda yang menggeluti film indie?Banyak. Hanya, secara teknis mereka kurang mumpuni, karena mereka belajar otodidaktik. Itulah tugas kami. Bagaimana mengajari mereka bahwa kamera itu tidak sekadar merekam sebuah peristiwa. Bahwa ngedit itu tidak sekadar menyambung dan memotong, tapi editing itu bagian dari menyusun peristiwa, struktur, dia seni, bukan teknis. Musik juga seperti itu. Dan saya optimistis.

Menurut Anda, masih perlu lembaga sensor?Untuk negara yang lagi kacau-balau seperti ini, masih perlu lembaga sensor. Bukan untuk saya lo, tapi untuk negara ini. Kalau aku tidak peduli, mau disensor atau tidak, bikin film terus. Tapi aku kritik, lembaga sensor tidak memiliki bargaining dalam kasus Buruan Cium Gue!. Saya buat film, saya berlindung pada lembaga sensor. Satu kelompok agama meributkan film itu, lalu ditarik kembali oleh lembaga sensor. Terus bagaimana kami bisa berlindung di balik lembaga ini. Artinya, kita bisa berlindung di balik dia, tapi parameter, ukuran-ukurannya, harus dibenahi.

Kriterianya seperti apa?Pertama, lembaga sensor tidak berhak memotong karya orang. Ia hanya berhak memberi rating umur. Lembaga sensor dengan gedung film harus bekerja sama. Kalau film itu untuk 17 tahun ke atas, penonton yang di bawah 17 tahun tidak boleh masuk. Kalau di sini tidak peduli, kan. Di luar negeri, pelayan bar saja ikut bertanggung jawab. Anak di bawah 17 tahun tidak membawa KTP tidak boleh masuk bar.Maka lembaga sensor dengan pemilik bioskop harus berada di depan pintu, memastikan bahwa penonton sesuai dengan rating usia yang ditentukan.Ada rencana bikin film lagi? Menyelesaikan trilogi sampai 2010.


Tuesday, February 19, 2019

Membangun Seribu Cerita di Hunian yang Nyaman

Ilustrasi Rumah impian

Rumah adalah saksi perjalanan hidup dan pasang surut suatu keluar ga. Sayangnya, memiliki hunian aman, nyaman, dan asri masih terasa begitu berat bagi sebagian orang.Membangun rumah memang tidak semudah yang dibayangkan tetapi tidak juga serumit yang dipikirkan. Sesederhana apapun rumah tetap disebut rumah. Namun, sederhana juga tetap memerhatikan dan mempertimbangkan hal-hal mendasar, terutama dari segi desain harus sesuai prinsip sustainable construction (konstruksi berkelanjutan).

Kondisi lingkungan

Rumah di daerah tropis seperti di Indonesia paling tidak harus memenuhi persyaratan berikut ini.Pertama, desain harus memungkinkan adanya sirkulasi udara memadai, mengingat suhu udara di Indonesia yang cukup tinggi. Selain itu, sirkulasi udara yang baik juga berarti hemat energi karena dapat mengurangi pemakaian pendingin udara. Memperlebar bukaan jendela dan pintu atau tinggikan plafon rumah mungkin sudah biasa. Cara lain, agar udara rumah segar nantinya, sediakan ruang khusus tanaman hijau pada rancangan Anda. Pastikan loteng rumah memiliki ventilasi yang baik agar udara "jelek" tidak terkumpul di atas.

Kedua, rumah sehat harus memiliki pencahayaan yang baik pula. Kelembapan udara yang cukup tinggi di negara kita merupakan sasaran empuk bertumbuhnya jamur dan bakteri. Kecukupan cahaya dapat mengurangi pertumbuhan kedua parasit tersebut, utamanya pada ruang basah seperti kamar mandi dan tempat meletakkan furnitur rentan jamur, seperti yang berbahan kayu. Perlu diingat, cukup cahaya bukan berarti cahaya langsung yang menyilaukan. Maka, persiapkan desain yang mengakomodasi baik kesehatan juga kenyamanan.

Ketiga, Anda perlu merancang rumah dengan penyerapan dan saluran air yang tepat. Curah hujan yang cukup tinggi jangan disepelekan. Jika serapan dan saluran air tidak memadai, siap-siap saja dengan banjir dadakan. Anda tentu juga tidak mau dipusingkan dengan genangan air yang kotor, berbau tidak sedap, bahkan menjadi sarang nyamuk yang mengancam kesehatan.

Konsultasi tepat

Saat merencanakan semuanya sendiri, tentu semua terasa sulit. Maka, salah satu jalan keluarnya adalah dengan berkonsultasi dan berdiskusi dengan orang atau lembaga yang tepat. Jangan ragu dan berpikiran bfhwa hal itu akan memakan banyak waktu dan biaya. Justru dengan berkonsultasi Anda bisa merencanakan desain sesuai standar. Nah, inilah saatnya mewujudkan istana kecil Anda dengan desain sehat dan tepat. [RAN]

Ternyata sandra dewi Suka Daging Monyet


Sandra dewi instagram

BANYAK artis top yang menutup rapat cerita masa kecilnya yang aneh-aneh. Tapi, tidak demikian halnya dengan Sandra Dewi. Cewek mulus ini terang-terangan mengaku sering belajar di atas pohon.

"Dulu waktu aku masih di Bangka Belitung, aku senengnya kalau main ke atas gunung. Udah gitu kalau belajar seringnya di atas pohon," jelas Sandra ketika ditemui di Citraland, Jl S Parman, Jakarta Barat, Rabu (27/2). Perempuan yang lahir 8 Agustus 1983 di Bangka Belitung itu belum lama-ini juga pernah mengungkapkan dirinya adalah penggemar daging monyet dan ular.

Bintang film Quickie Express itu juga pernah berujar kalau ia baru dua kali memiliki pacar sepanjang hidupnya. Tak hanya soal hubungan asmara, masa lalu dan kegemaran saja Sandra Dewi mau bercerita panjang lebar. Tentang hubungannya dengan keluarganya pun, lulusan perguruan tinggi London School Jakarta itu juga tak pelit berbagi cerita. Sandra yang usianya hampir 25 tahun menceritakan kalau ia masih senang tidur bersama ibundanya.

Usaha Stroberi Terbentur Pemasaran


Gambar ilustrasi strawberry
Meski sejumlah perajin olahan buah stroberi di Desa Serang, Karangreja dan sekitarnya mampu memproduksi berbagai jenis makanan dengan bahan baku stroberi, namun mereka masih terbentur dalam pemasarannya. Sehingga usaha mereka masih sulit berkembang."Sebenarnya kami mampu memproduksi secara terus menerus. Tapi pemasarannya masih mengalami kesulitan. Sebab selama ini kami masih mengandalkan pemasaran di tingkat lokal saja," ungkap Bukhori (60), perajin produk olahan stroberi, kemarin.

Di samping persoalan modal, lanjut dia, belum adanya lokasi yang strategis untuk memasarkan produk juga menjadi kendala yang dihadapi saat ini. Sementara produk-produk yang dihasilkan antara lain gethuk dan selai stroberi.Selain itu jika ingin memasarkan ke sejumlah supermarket, selama ini masih terkendala tingkat ketahanan dari produk tersebut. "Memang kita pernah mencoba dengan memasarkannya ke supermarket dan swalayan namun produk ini hanya mampu bertahan sebentar." kata dia. -Jika dalam kondisi cuaca dingin {penghujan), produk ini mampu bertahan antara 7-10 hari. Namun jika cuaca cukup panas (kemarau)produk ini hanya mampu bertahan 3-4 hari, sehingga pihak supermarket kurang berminat. Tergantung Cuaca


Sementara hasil panen stroberi juga sangat tergantung dari cuaca Jika masim penghujan, terutama Ja-nuari-April banyak tanaman stroberi yang tidak berbuah. Akibatnya pasokan bahan baku untuk produksi gethuk dan selai stroberi juga menjadi berkurang, bahkan kosong.Komentar serupa diungkapkan anggota kelompok tani Waluyo-dadi Desa Serang, Kuswandari. Menurutnya, hasil panenan buah stroberi petani di wilayah Desa Serang dan sekitarnya dalam beberapa bulan terakhir ini merosot. H ujan yang turun hampir setiap hari menyebabkan hasil panennya kurang baik dan membusuk.

"Hasil panen stroberi tahun ini agak merosot Terutama pada Februari, Maret dan April yang memiliki curah hujan cukup tinggi, sehingga kualitas hasil panennya kurang baik,"

Tampil Baru Lagi dengan Kekuatan 850 Hp

Tampil Baru (Lagi) dengan Kekuatan 850 Hp gt 2
 KECEPATAN tidak bisa dimungkiri menjadi faktor penting bagi mobil spon. Tampilan maksimal menjadi kurang berarti jika tak didukung dengan elemen tersebut. Setidaknya, asumsi dasar itu yang menjadi alasan utama 9ffmerombak kekuatan dan performa mesin Porsche GT2.Tuner 9fTkembali merilis "paket" tuning terbaru. Mereka merombak Porsche GT2 dengan fokus pengubahan pada peningkatan performa. Rumah modifikasi asal Jerman itu tak tanggung-tanggung. Lan-siran tersebut tampil dahsyat dengannama Porsche 9ff BT2 (bi-turbo 2).Mencoba merujuk desain keluaran terdahulunya. 9ff BT2 memberikan sesuatu yang beda. Tampilan awal sporty sengaja dipertahankan pihak tuner. Namun, kinerja mesinnya diklaim luar biasa, mampu mencapai angka 850 hp. Sejalan dengan itu, torsinya naik menjadi 920 Nm.Bodi luar di-setting dengan perpaduan biru oranye. Perpaduan warna kalem dan elegan itu menambah kesan sporty lansiran tersebut. Ban hitam berukuran jumbo pada bagian kaki-kaki membuat unsur balap


terlihat makin mencolok.Pada modifikasi performa itu. mesin memiliki kemampuan yang dapat memacu mobil secara maksimal. Akselerasinya mampu melahap kecepatan hingga 100 km/ jam hanya dalam waktu 3 detik.Jika dipacu lebih kencang, akselerasinya bisa "menghajar" angka 200 km/jam dengan torehan waktu sekitar 8.7 detik.

Puncaknya, si raja jalanan itu mampu menembus angka 300 km/jam dengan kebutuhan waktu sekitar 18,5 detik. Tingkat kemampuan kendaraan asal Jerman tersebutmakin gahar kala kecepatan maksimumnya menyentuh 386 km/jam.Selain itu, racikan cita rasa Jerman itu sudah mengubah bagian pelek menggunakan model yang ringan. Panel bodinya sengaja di-setting dengan bahan serat karbon. Fungsinya, mereduksi berat yang ditimbulkan mobil saat melaju dengan kecepatan dahsyatPanel pada bodi sudah termasuk kap mesin, pintu, juga atap. Sang tuner mengklaim bahwa aem kit baru itu sanggup menambahkan 70 kg clownforce bagian depan dan 90 kg lebih pada bagian belakang

Monday, February 18, 2019

DPHO Askes Semakin Diminati Produsen Obat

askes
 Konsep managed care yang diterapkan PT Askes dapat mengendalikan mutu dan biaya pelayanan kesehatan. Khusus untuk mengendalikan penggunaan obat. PT Askes menggunakan daftar dan plafon harga obat (DPHO)."Peran Askes dalam seminar health economics yang lalu sangat menarik perhatian ahli kesehatan masyarakat dari Amerika karena sejak 1997 telah memiliki DPHO yang dapat mengendalikan pemakaian obat secara rasional." kata Direktur Utama PT Askes, I Gede Subawa. kemarin.

Saat ini sekitar 100-an fa-bnkan atau produsen obat yang bergabung dalam DPHO merasa diuntungkan karena obatnya pasti terpakai dan obat di DPHO marjinnya tetap serta bersih dari biaya marketing. "Oleh karena itu meskipun harganya murah tetapi produsen tetap untung." kata Gede.Sehingga produsen obat pun semakin tertarik dengan DPHO Askes. Kini, obat kanker dan obat hepatitis telah tersedia dalam DPHO. Tetapi obat di DPHO Askes hanya obat yang sudah direstui atau teregislrasi oleh pemerintah." ujarnya.Gede mengatakan Tim 7 selalu menganalisa obat yang ada dalam DPHO apak.ih obat yang ada tetap cost effective atau tidak. Begitu juga dengan obat-obat baru, jika dalam test dan analisanya cost effective maka Tim 7 alon merekomendasikan untuk ditambahkan ke dalam DPHO.

"Jadi Tim 7 punya wewenang untuk menolak dan merekomendasikan obat baru untuk ditambahkan ke dalam DPHO. Obat yang efektif belum tentu harus murah. Obat kanker misalnya harganya sekitar Rp20juta tetapi dia satu atau dua kali kir bis sembuh, itu lebih efektif karena ada kepastian." ujarnya.

Tim 7 juga melakukan penelitian-penelilian terkait dengan biaya pelayanan kesehatan dan penggunaan obat yang efektif yang dibiayai oleh produsen dan sebagian lagi memanfaatkan dividen yang saat ini tidak disetor kepada pemerintah. Nantinya jika SJSN berjalan, semua obat bisa dipakai sehingga biaya obat dapat terkendali, terjangkau, tetapi jasa medis tentunya tetap diperhitungkan." kala Gede.

Saat ini. pihaknya menyeleksi provider dan mengajak provider untuk ikut memikirkan risiko biaya karena pelayanan kesehatan. "Polanya ke arah pola paket atau dengan sistem kapitasi. sekarang provider sudah tahu pemanfaatan bagi peserta sehingga ada negosiasi antara Askes dan provider." ujarnya.Menurut Gede, pelayanan berjenjang juga akan menghemat biaya pelayanan kesehatan. Untuk itu PT Askes telah memulai bekerjasama dengan dokter keluarga, utamanya dokter di klinik 24 jam yang bisa menjaga pasien selama 24 jam.

Honorarium yang diberikan kepada dokter keluarga memakai sistem kapitasi yakni sebesar Rp6.000 perkepalaperbulan. Diharapkan selain menjadi "penjaga gawang" di pelayanan lini pertama, dokter keluarga akan mengawali sistem rujukan berjenjang."Kalau tidak perlu ke rumah sakit, kenapa harus ke rumah sakit. Tetapi yang lebih penting, dokter bisa melakukan upaya promotif dan preventif. Kalau perlu dokter mendatang) rumah pasien untuk menjaga kesehatannya. Semakin rakyat sehat, dokternya semakin untung. Ada 40 ribu dokter umum bisa jadi dokter keluarga." ungkapnya.

Terkait kesiapan PT Askes menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Gede mengatakan pihaknya telah siap memperluas kepesertaan asuransi kesehatan sosial. "Kami tinggal menunggu peraturan pemerintah agar jelas siapa saja penerima bantuan dan benefit apa yang harus diberikan, dan tentang premi yang sesuai aktuaria. katanya.Menurutnya, masyarakat Indonesia saat ini sudah mulai mengetahui manfaat asuransi

kesehatan. "Askeskin adalah sosialisasi yang sangat bagus karena masyarakat di pedesaan pun menjadi tahu manfaat asuransi kesehatan,* katanya.Oleh karena itu. pihaknya sangat optimis SJSN dapat berjalan dan masyarakat pun dinilainya mampu membayar premi. "Memang negara berkewajiban memberi perlindungan kesehatan bagi rakyatnya, tetapi rakyat juga sebetulnya bisa. Contohnya, perokok menghabiskan berapa rupiah setiap bulan, itu bisa untuk membayar premi asuransi sosial." kata Gede.

Ditegaskan kembali bahwa PT Askes sebagai lembaga milik pemerintah, siap melaksanakan dan tidak boleh menolak tugas negara menjadi BPJS dan melaksanakan SJSN. "Saat ini sudah ada 125 kabupaten/kota sudah bekerjasama dengan PT askes, tahun ini minimal 200 kabupaten/kota jaminan kesehatan masyarakatanya dikelola oleh PT Askes," ujar-nya

Bikin KTP, Cukup Lima Menit

ilustrasi bikin ektp

Sumarsono datang tergesa-gesa menuju sebuah rumah yang letaknya berdampingan dengan Markas Polsek Metro Menteng, Jakarta Pusat. Sabtu (2/1) siang. Sepeda motornya diletakkan begitu saja di depan gerbang rumah tersebut. Dengan tergesa-gesa, Sumarsono mencari formulir permohonan perpanjangan Kartu Tanda Penduduk (KTP).Kebetulan, rumah Itu dipilih sebagai tempat warga Kelurahan Gondangdia yang Ingin memperpanjang KTP. Didalam formulir tadi, warga RT07/RW02, Kelurahan Gondangdia. Menteng, Ini diminta untuk menyertakan

surat pengantar dari RT dan RW tempatnya tinggal. Selain Itu Sumarsono Juga harus membawa kartu keluarga (KK) balk asli maupun fotokopi dan KTP lama. Namun, Sumarsono tidak membawa surat pengantar dariRT dan RW yang menjadi salah satu syarat perpanjang KTP. Sumarsono sempat kebingungan. Beruntung pihak kelurahan sudah menyiapkan pengurus RT dan RW sl lokasi Itu. Pak RT dan RW. sampai pak Lurah sudah ada. Jadi warga tinggal mendatangi dan minta surat pengantarnya." kala Sumarsono.Hanya dalam hitungan menit, pria separuh baya itu sudah mendapatkan surat pengantar dari RT/RW untuk memperbarui KTP lama. Setelah semua syarat dilengkapi. Sumarsono tinggal menunggu panggilan buat foto dirt. Antreannya memang cukup panjang. Menjelang tengah hari Itu sudah lebih dari 75 warga di RW 02 Gondangdia di 11 RT yang antre memperpanjang KTP.

Kemudahan Itu Juga dirasakan Iriyanto, warga RW02 lainnya. Begitu datang ke lokasi mobil pelayanan cepat pembuatan KTP disamping Polsek Menteng, dia hanya menyerahkan semua syarat tadi dan masuk kedalam antrean. "Saya tinggal menunggu untuk foto saja. Begitu foto selesai, diproses dan tinggal menunggu KTP baru," kata Iriyanto.Pria yang bekerja sebagai PNS di Polres Metro Jakarta Pusat ini mengatakan, dibandingkan dengan membuat KTP di kelurahan yang cukup rumit ditambah ongkosnya cukup besar, proses pembuatan KTP melalui mobil layanan berjalan milik Dinas Dukcapil Itu dianggap lebih mudah dan tidak berbelit-belit. Apalagi, dia tidak perlu mengeluarkan uang apapun untuk mendapatkan KTP baru.

Bikin KTP di mobil layanan keliling Ini Jadi lebih cepat dan mudah. Juga gratis. Kalau di kelurahan, menunggunya saja suka lama, kadang orang kelurahannya belum ada. Bisa dua-tiga hari atau sampai ber-mlnggu-mlnggu KTP-nya baru Jadi." cerita Iriyanto. Soal ongkos pembuatan KTP yang mahal, diakuinya relatif. "Dulu kalau buat KTP. saya beri (uang) buat uang rokok sajalah." ujarnya mengenang.

Dua minggu

Sudah dua minggu Ini mobil pelayanan KTP keliling milik Suku Dinas Dukcapil Jakarta Pusat mendatangi warga yang ingin memperpanjang KTP. Setelah minggu lalu di Kelurahan Petamburan, kini giliran warga Gondangdia yang dilayani mobil keliling. Saat Inj Dinas Dukcapil DKI mengoperasikan lima unit mobil pelayanan KTP keliling yang disebar di lima wilayah di Jakarta.

DI masing-masing mobil terdapat lima petugas, dua orang bekerja di bagian komputer dan pemotretan, dua orang sebagai tim registrasi warga, dan seorang lainnya adalah sopir. Hanya saja, mobil pelayanan KTP keliling ini baru dioperasikan setiap hari Sabtu saja. Pada hari kerja biasa, warga tetap dimintauntuk mengurus KTP baru, atau memperpanjang KTP di kantor kelurahan setempat.Menurut Kepala Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Jakarta Pusat Mohammad Hatta, sekarang warga tidak perlu waktu lama untuk membuat atau memperpanjang KTP yang baru edisi nasional. "Cukup lima menit." begitu kata Hatta, Sabtu (2/1).

Hatta mengatakan, pelayanan KTP dengan mendatangi warga itu merupakan terobosan baru dari Dinas Dukcapil DKI Jakarta untuk mempermudah dan mendekatkan diri, terutama dengan warga yang sibuk beraktlfitas. seperti yang tinggal di rumah susun maupun apartemen. "Pelayanan KTP keliling dengan mobil ini khusus untuk memperpanjang KTP saja. Kalau KTP baru, buatnya tetap harus datang di kelurahan." Jelas Hatta.Selain mendekati warga, Dinas Dukcapil DKI Jakarta berusaha meminimalkan pemalsuan KTP atau kepemilikan KTP ganda, sekaligus mengurangi calo KTP.Haji Ambar, warga Gondangdia, berharap pelayanan perpanjangan KTP itu dapat dikelola dengan baik di masa depan. "Alasan untuk mempercepat pembuatan KTP sudah baik, tetapi pelaksanaannya belum tentu balk. Jadi harus tetap diawasi. Apalagi kalau digratiskan, semua orang pasti datang," kata Haji Ambar

Sunday, February 17, 2019

Yogya Bisa Jadi Sumber Kreativitas Produksi Film

candi prambanan
 AKTIVITAS seni budaya saat ini sudah bisa berkembang menggembirakan. Untuk bidang seni tari sudah banyak kegiatan festival baik di Jakarta dan di berbagai daerah. Bahkan untuk produksi film Indonesia juga kian maju dan bisa menjadi tuan rumah sen-diri. Dalam setahun produksi film Indonesia bisa sekitar 87 film. Diharapkan, di Yogya sebagai kota budaya bisa menjadi sumber kreativitas untuk pnuiuk- ] film. Karena itu, film Indonesia sangat penting terus didorong untuk lebih maju karena bisa untuk mengang-kat martabat dan identitas budaya bangsa Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik dalam acara Sarasehan bertema Pengelolaan Bidang Kebudayaan di Hotel Melia Purosani Jalan Suryotomo Yogya, Senin (22/6) malam diikuti seniman, budayawan Yogya dan Solo.Jero Wacik menegaskan, untuk kegiatan budaya seperti festival kesenian, festival film yang digelar di Jakarta dan di sejumlah daerah dari Dirjen Nilai Seni dan Budaya selalu mendukung soal pendanaan. Karena keterbatasan anggaran dukungan dana belum bisa banyak sebagaimana yang diharapkan panitia penyelenggara kegiatan seni dan budaya. "Dalam setahun anggaran yang digunakan untuk seni budaya masih sedikit sekitar Rp 150 miliar. Namun mengingat budaya sangat pentingmerupakan identitas bangsa Indonesia, tetap terus didorong dengan mengembangkan berpikir positif. Ketika melaksanakan kegiatan seni budaya dengan dilandasi budaya berpikir positif hasil bisa maksi mal," papar Jero Wacik.

Dikatakan Jero Wacik, lewat sarasehan dengan para seniman dan budayawan Yogya-Solo ini, bisa menjadi media silaturahmi dan berbagi pengalaman untuk mengembangkan serta memajukan seni budaya di Indonesia. "Termasuk program bidang kebudayaan yang akan dilaksanakan ke depan. Sumbangan pemikiran dari seniman, budayawan sangat diperlukan untuk memajukan dan mengembangkan senibudaya di Indonesia. Karena itu, seya senang bisa bertemu berbagi pengalaman dengan sejumlah seniman dan budayawan di Yogya," aku Jero Wacik

Potensi Wisata pantai Ni-pahnipah dan Tanjung Jumlai

Tanjung Jumlai

Dinas Perhubungan dan Pariwisata Penajam Paser Utara (PPU) mulai melakukan pendataan potensi kepariwisataan di PPU. Pendataan akan dilakukan menyeluruh terhadap potensi wisata di empat kecamatan yang ada. Nantinya, akan ditentukan wisata apa yang potensial dikembangkan."Kita mulai melakukan identifikasi potensi wisata di PPU dan peluangnya untuk dijadikan objek wisata andalan,"kata Kasi Pariwisata Dinas Perhubungan dan Pariwisata Ahmad Koyum saat melihat potensi wisata Bendungan Waru di kecamatan Waru.

Bendungan Waru sendiri, saat ini sudah dikelola, meskipun belum maksimal. Sabtu dan Minggu adalah waktu puncak kunjungan warga yang ingin rekreasi di sana. Saat ini, sudah ada beberapa fasihtas seperti perahu bebek dan outbond serta banana boat. Pengelolaanmasih dilakukan pihak swasta.

Pemkab PPU belum bisa melakukan tindakan yang lebih jauh terhadap fasilitas Bendungan Waru karena status tanah serta bangunan yang merupakan milik Pemprov Kaltim. Bendungan itu dibangun sekira tahun 1972 lalu di lahan seluas 678 hektare. Sayangnya, kini sebagian besar areal waduk dipenuhi gulma."Kita akan perjelas status tanah dan kepemilikannya. Jika memang bisa diserahkan pengelolaannya ke PPU, kita akan kelola," kata Koyum. Selain untuk wisata air, bendungan juga bisa dijadikan pemeliharaan ikan metode karamba maupun cadang bahan baku air bersih.

Pendataan potensi wisata PPU, akan dilakukan terhadap potensi yang ada di laut maupun yang ada di darat. Selain potensi yang memang sudah dikenal, sedang didata potensi yang masih tersembu-nyi. Misalnya saja potensi wisata goa di Babulu serta goa di Gunung Parung, PPU. "Kita masih terus telusuri," kata Koyum.

Data potensi yang ada, dipadu dengan permasalahan yang masih melingkupinya, akan dijadikan sebuah acuan dalam pengembangan sektor kepariwisataan. Dengan pendataan dan diagnosa yang benar, pembangunan kepariwisataan akan bermanfaat. Faktor penyediaan sarana rekreasi bagi warga akan dijadikan tolok ukur utama dibandingkan sektor pendapatan asli daerah (PAD).

Sebagaimana diketahui, tempat wisata yang menjadi rujukan utama warga hanyalah pantai Ni-pahnipah dan Tanjung Jumlai. Sementara, yang lainnya belum banyak dilirik. Padahal, ada potensi lain yang tak kalah menarik seperti gusung, penangkaran rusa di Apiapi serta kampung perajin kapal

Saturday, February 16, 2019

Sherina Dekat Gita karena Gosip

sherina munaf instagram

GOSIP panas yang sempat menimpa Sherina, diakuinya tak lantas membuat pertemanannya dengan Gita Gutawa rusak. Gadis kelahiran Bandung, 11 Juni 1990 ini mengaku, justru semakin akrab dengan pelantun tembang Harmoni Cinta itu."Pas kemarin ketemu Gita, aku bilang ke dia nggak usah terlalu dipikirin karena aku tahu itu bohong. Aku yang tadinya jarang ngomong sama dia, jadi banyak ngobrol gara-gara gosip ini," ujarnya saat ditemui di Studio Penta, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Seperti diketahui, belum lama ini Sherina diisukan diperkosa oleh sahabatnya Derby Romero. Dalam sebuah / forum di internet, Gita Gutawa disebut-sebut sebagai penyebar isu tersebut. "Hubungan akusama Derby juga baik-baik saja, nggak ada perasaan canggung. Waktu dengar gosip ini kita malah ketawa-ketawa," akunya.

Keponakan Fariz RM ini tidak menyangkal, dirinya sempat stres lantaran gosip tersebut. Namun, bukan karena malu atau takut nama baiknya tercoreng. Tetapi, orangtuanya ikut direpotkan dengan beredarnya kabar tak sedap itu.

"Ibuku pernah dikejar-kejar wartawan di Pondok Indah Mall, padahal waktu itu ibuku lagi kerja. Aku maunya kalau ade gosip-gosip seperti ini aku saja yang nanggung. Jangan orangtuaku ikut direpotin," tuturnya.

Sherina menambahkan, gosip tersebut membuatnya lebih kuat dan siap menghadapi terpaan gosip yang lebih sadis ke depannya. "Gosip ini cuma appertizer (makanan pembuka). Besok-besok pasti ada gosip yang lebih sadis lagi," tandasnya

Hidangan Beras Aruk

Gambar ilustrasi beras aruk
  Banyaknya sumber hidrat arang dari bumi Indonesia belum dikenal karena belum ada penanganan kulinernya. Padahal, ini sangat potensial sebagai variasi cadangan pangan dan jika kita menyusunnya sebagai menu seimbang, akan menunjang kesehatan.Pangan lokal dari bumi Indonesia yang selama ini belum dikenal masyarakat perlu disosialisasikan dan terus diproduksi supaya tidak bergantung pada satu atau dua jenis pangan saja, apalagi pangan impor seperti terigu yang makin mahal. Tidak perlu menghilangkan pangan yang sudah melekat seleranya di masyarakat kita, tetapi dapat disubstd-tusikan dengan pangan lokal kita agar mengurangi ketergantungan kita pada satu jenis pangan.

Pada kesempatan ini kami akan memperkenalkan beras aruk yang diolah dari ubi kayu, berbentuk butiran kecil dengan tekstur dan rasa khas. Beras ini dapat disimpan sampai satu tahun.Beras aruk telah dikonsumsi masyarakat di Bangka sejak penjajahan Belanda ketika masyarakat kesulitan mendapat pangan, terutama beras?Beras aruk sampai tahun 1980-an masih dikonsumsi masyarakat Bangka. Namun, dengan maraknya makanan cepat saji, beras aruk mulai ditinggalkan.

Pada kesempatan ini kami mengajak pembaca membuat semar mendem serta jadah berbumbu dengan beras dan beras aruk yang jadinya mirip ketan.

Nilai gizi beras aruk per 100gram bahari kalori 353 kalori, protein 0,6 gram, lemak 0,8 gram, karbohidrat 85,9 gram.

Jadah Aruk

Bumbu

Serundeng

Untuk 10 porsi 1 porsi 88 kalori

Bahan100 gr beras ketan, direndam selama 3 jam, tiriskan50 gr beras aruk, direndam selama 3 jam, tiriskan200 ml air100 gr kelapa parut X tuagaram secukupnya Bumbu100 gr kelapa parut2 Ibr daun jeruk 1 sdt gula25 gr ebi, direndam, tiriskan, hal us kan

Bumbu isi yang dirumuskan -114 sdm irisan cabai merah4 sdm irisan bawang merah4 sdm irisan bawang putih -1 sdt garam

Cara membuat

1. Bumbu

Campur bumbu yang dihalus-kan dengan kelapa parut, daun jeruk, ebi, dan gula, sangrai hingga kering, angkat, sisihkan. Jadah aruk

Masak beras ketan dan aruk dengan air, beri garam, aduk rata, masak hingga sat, angkat, tambahkan kelapa parut, aduk rata Kukus selama % jam hingga matang, angkat, letakkan di bas-kom yang dialasi daun pisang, tekan-tekan dengan penumbuk kayu/ulekan supaya padat, lalu dicetak di loyang segi empat, ratakan hingga padat, dinginkan. Setelah dingin, dipotong-potong.

3.Jadah yang sudah dipotong-potong dibalur bumbu kelapa hingga rata.

4. Hidangkan.

Cara membuat

1.Beras ketan dimasak dengan santan dan garam hingga menjadi A matang, angkat

2.Campur dengan aruk, aduk hingga tercampur rata, lalu kukus hingga matang, angkat, bagi jadi 2
bagian, sisihkan.

3. Dadan campur telur dengan air dan garam, aduk rata, lalu dibuat menjadi 4 lembar dadar dengan wajan dadar segi empat, sisihkan.

4.Adonan isi

Tumis dengan minyak bumbu yang telah dihaluskan, masukkan daun jeruk, serai, daging giling ayam, dan santan, beri gula, me-rica, serta garam, masak hingga matang dan sat, angkat

5. Ambil 1 lembar aluminium foil, olesi dengan minyak/mar-garin, beri 2 lembar dadar, le-
takkan 1 bagian adonan ketan di atas dadar, ratakan, beri adonan isi, lalu digulung seperti lontong, puntir kedua ujung aluminium foil, sisihkan, lakukan untuk sisanya.

6. Hidangkan semar mendem dengan dipotong-potong, buka aluminium foil.


Mulai dari yang Kecil untuk Hal Besar

DALAM meningkatkan pemasaran, kita bisa menggunakan hukum psikologis "ya kecil"" untuk menjadi "yabesar".Maksudnyaadalah aktivitas pemasaran yang kita lakukan sebaiknya difokuskan supaya calon konsumen membuat keputusan "ya" terhadap apa yang kita tawarkan, meski dari yang kecil terlebih dulu.Sebabjikamerekasudahmem-buat keputusan "ya kecil" akan lebih mudah bagi kita untuk membuat konsumen tersebut akhirnya bisa melakukan "ya besar" atau membeli apa yang kita tawarkan dengan tingkatan yang lebih besar atau lebih tinggi lagi. Saya akan memberikan cerita berikut untuk sedikit menjelaskan "ya kecil" menjadi "ya besar"

Ada sebuah cerita tentang seorang tentara Amerika yang ditangkap tentara China ketika perang Korea. Tanpa dipukuli, tanpa disiksa, ternyata tentara ini bisa berbalik arah menjadi proko-munis/sosialis. Ketika pulang malah mau menjadi mata-mata China. Apa yang sebenarnya terjadi?

Ketika tentara Amerika tersebut ditahan, dia sering diajak bertemu tentara China yang baik, diberi rokok, diberi makanan, dan diajak ngobrol santai. Kemudian suatu waktu, tentara Amerika ini ditanya tentangketidaksempurna-an Amerika. Kalau dia tidak mau menjawab, maka akan ditinggal pergi dan dalam waktu lama tidak ditemui.

Namun ketika bertemu lagi, tentara China ini menjelaskan dengan baik setiap negara pasti ada ketidaksempurnaanya, dan minta tentara Amerika menyebutkan ketidaksempuma-an Amerika. Akhirnya, tentara Amerika menyebutkan beberapa ketidaksem-purnaan negaranya. Bukan hanya itu, tentara China juga meminta tentara Amerika tersebut menulis dan menandatangani tulisan tersebut. Selain itu, sang tawanan juga diminta menjawab dan menulis apa keuntungan sosial sistem komunis. Tanpa disadari, sang tentara Amerika bukan saja telah menulis dokumen yang menyerang negaranya sendiri. Melainkan juga tulisan yang mempromosikan paham komunisme yang ditulis oleh tentara Amerika.

Pertanyaannya, bagaimana tentara China bisa melakukan hal itu tanpa harus memukul atau menawari hadiah. Mereka hanya meminta sang tawanan membuat pernyataan sederhana yang kemudian ditulis. Ketika tulisan itu disebarkan di antara sesama tawanan, secara otomatis sang tentara tadi dituduh menjadi kolaborator China. Tapi apa boleh buat, dia tidak bisa lagi mengelak apalagi dia menulis tanpa paksaan. Apa yang dia tulis tersebut merupakan bukti integritas dan komitmennya.

Bagaimana menggunakan hukum "ya kecil" ini? Funnelling merupakan penggunaan hukum "ya kecil" menciptakan "ya besar". Contohnya, untuk meningkatkan penjualan mobil, kita bisa mendatangkan orang ke pameran mobil terlebih dahulu, mengajak test drive secara gratis. Kemudian, meminta calon pembeli menyebutkan kelebihan mobil yang dipakai dan kalau perlu memintanya dalam bentuk tulisan yangkemudian menandatanganinya.

Setelah itu, jika memintanya untuk membeli mobil tersebut, maka kemungkinan akan terjadi transaksi akan jauh lebih besar ketimbang langsung diminta untuk membeli. Jadi yang paling penting adalah berikan calon konsumen kesempatan untuk merasakan terlebih dahulu apa yang ingin Anda tawarkan-tentunya berikan kualitas yang terbaik yang Anda miliki. Dengan demikian, calon konsumen itu akan semakin mantap dalam membuat keputusannya. Terus dampingi dan berikan informasi yang mereka butuhkan dan buat mereka merasa puas dengan apa yang Anda tawarkan sejakawal

Ilustrasi hal kecil menjadi besar

3 Pilar Utama Bisnis V-Net Terbaru

J Peluang Usaha Hanya dengan Modal Rp. 179.000,-PERNAHKAH terbayangkan dalam benak kila, pada situasi yang sulit seperti ini kita mendirikan sebuah usaha?? Hal itu sangat tidak mungkin, karena untuk mendirikan usaha membutuhkan modal yang sangat besar. Banyak masyarakat yang tidak mengetahui, bahwa kegiatan mereka sehari-hari bisa mendatangkan penghasilan yang cukup besar.

PT. ERATEL. MEDIA DISTRINOO berinovasi dengan menghadirkan sebuah peluang usaha V-NET bagi masyarakat Indonesia bertujuan untuk menambah penghasilan. Bisnis V-NET memiliki 3 produk utama yang sudah menjadi kebutuhan masyarakat Indonesia, yaitu

1.V-NET Pulsa.

Dengan memiliki Chip V-nel HP kita dapat isi pulsa sendiri 24 jam onllinedi seluruh Indonesia dengan harga pulsa yang MURAHHH, sehingga kita tidak kesulitan pada saat membutuhkan pulsa cukup sms pulsa akan bertambah Bahkan kita bisa melayani kebutuhan pulsa orang lain apapun jenis kartunya. Disinilah keuntungan dari pilar 1 ketika konsumen kita bertransaksi isi pulsa maka kita akan mendapat keuntungan dari pcrtransaksi secara tidak langsung kita memilik konsumen abadr, tanpa harus memiliki counter pulsa.

2.V-NET ALLIANZ.

V-NET bekerja sama dengan PT. ALLIANZ LIFE perusahaan Top Dunia, menawarkan produk " SITAMPAN " yaitu suatu produk penggabungan antara Tabungan / Investasi Proteksi. Produk ini sangat luar biasa karena sudah melingkupi seluruh kebutuhan anda seperti Perlindungan kesehatan, Tabungan pendidikan, Simpanan hari tua, Santunan Kecelakaan Santunan Kematian. Survei membuktikan banyak masyarakat Indonesia yang sudah sadar akan pentingnya menabung, sehingga tiap bulan setelah me-nerima gaji disisikan sebagian untuk menabung. Pertanyaan?? ketika kita dalam kondisi yang sehat maka kegiatan menabung bisa dilakukan, tetapi jika kondisi kita tiba-tiba terkena kecelakaan kerja/jalan raya, sakit bahkan di PHK maka yang kita lakukan adalah bukan menyetor uang dibank tetapi kita akan mengambil uang di bank. Sehingga lama-lama uang kita di bank akan habis dan impian kita akan sirna.

Hal ini berbeda jika kita menabung di V-NET ALLIANZ jika kita mengalami kecelakaan/penyakit kritis maka V-Net ALLIANZ akan memberikan santunan perawatan dan bahkan V-NET ALLIANZ akan mengisi tabungan kita tiap bulan sampai usia 65Th, sehingga tabungan kita akan bertambah dan impian kila akan menjadi kenyataan, bahkan kita bisa menabung tanpa mengeluarkan uang hanya di V-NET ALLIANZ..?? (dengan strategi khusus)

3. V-NET MOBILE.

Chip generasi baru yang di keluarkan V-NET ini hanya ditempelkan di kartu HP anda sehingga Hp kita bisa melakukan pembayaran PLN dan TELKOM, bahkan bisa membuka loket pembayaran PLN dan TELKOM yang melayani masyarakat disekitar kila. Ini adalah sebuah peluang usaha yang tidak terpikirkan dibenak kita.

Bayangkan hanya dengan modal Rp. 179.000,- kita mendapatkan semua peluang usaha yang sangat menguntungkan dan usaha ini bisa dijalankan siapa saja yang penting kita bekerja keras dan konsisten. Contoh Bp. Isak pedagang kaki lima di Bandung yang pendapatnya Rp. 3juta/bln, bahkan mendapat tour gratis ke Hongkong-China.
ilustrasi gambar

Tips hidup bahagia Jangan Mengontrol Pasangan

gambar ilustrasi pasangan

 KEBAHAGIAAN pasangan merupakan kebahagiaan Anda juga. Dalam sebuah pernikahan yang baik harus didasarkan pada keselaraan.Tetapi dalam kenyataannya, pernikahan sehari-hari, ada banyak hal yang keseiaraannya berjalan tidak Romantis. Padahal kesetaraan ini sangat penting dalam menumbuhkan kebahagiaan pernikahan. Ketidakset-araan akan membual hubungan pernikahan tidak berkembang dan minimal akan membuat salah satu pihak merasa tidak bahagia tanpa tahu sebabnya.

Agar lebih jelas, cobalah buat permainan berikut. Pada saat senggang, saat Anda berdua sedang santai, ambillah dua lembar kertas dan alat tulis. Lalu Anda berdua menuliskan hal-hal apa saja yang harus dilakukan pasangan agar pernikahan bisa terasa lebih membahagiakan dan memuaskan. Tulis minimal lima hal lalu tukar kertas Anda dengan kertas pasangan dan baca jawabannya. Pasangan akan menjawab bahagia bila menguasai.

Permainan ini pernah dilakukan dalam penelitian mengenai kebahagiaan rumah tangga oleh sekelompok peneliti. Para responden yang suami istri diminta menjawab pertanyaan yang sama. Yang menarik dari jawaban para responden itu adalah siapapun yang menjawabnya, apakah itu suami atau istri, jawabannya bernada sama. Kebanyakan responden seperti sepakat bila pasangan mau melakukan apa yang mereka inginkan, maka rumah tangga inereka akan menjadi bahagia. Ada generalisasi keinginan dari lingkat pribadi yang lalu diproyeksikan menjadi keinginan bersama, apa yang Anda inginkan adalah keinginan kila bersama.

Hal ini bukan sesuatu yang baru. Menurut Judy Powell. Terapis Keluarga dari Amerika Serikat, secara sadar atau tidak kila berusaha memegang kendali dalam rumah tangga. Dengan kala lain berkuasa. Banyak orang yang berpikir ia akan bisa menjadi lebih bahagia jika memiliki kuasa terhadap pasangannya. Bila ia bisa mengontrol pasangannya dan lalu bahagia, maka bahagia pula rumah tangga mereka. Karena itu, menurut Powell, konflik yang sering terjadi dalam rumah tangga biasanya berawal dari perebutan kekuasaan tersebut.

Padahal semestinya, kendali itu harus ilih.igi. Menurut Powell, kebahagiaan yang didapat karena memegang kendali rumah tangga tersehut adalah kebahagiaan semu. Kenyataannya, kebahagiaan sejati justru dalang jika masing-masing pihak menahan diri untuk ini.ik memegang kendali dalam hubungan rumah [angga. Vang paling penting lagi, dengan membiarkan pasangan menjadi dirinya sendiri, hubungan pasangan suami istri justru akan semakin dekat. Meski tidak mudah untuk menjadi pasangan yang seperti itu. Powell memiliki beberapa untuk mencapainya. Inilah beberapa tips untuk mendekatkan hubungan dengan pasangan.

Pertama, memberi dukungan. Saat masing-masing pihak berhenti berusaha memiliki pasangannya secara total dan mulai berpikir untuk saling mendukung, ikatan yang tercipta di antara mereka akan menjadi lebih kuat. Di saat hubun-gan pernikahan penuh dengan ketidakpastian, pemberian dukungan secara timbal balik seperti akan membuat pasangan terikat secara sukarela, bukan dengan paksaan. Anda tentu cenderung memilih pasangan yang akan membiarkan Anda mengekspresikan diri sepenuhnya. Kedua, bersikap jujur. Ada banyak cara untuk mengontrol pasangan, balikan yang tidak anda sadari sekalipun. Seperti ada seorang klien yang diam saja saat pasangannya melakukan sesuatu yang tidak dia sukai, karena dia tidak ingin suami marah. Meski terlihat seperti perilaku mendukung, diamnya istri justru merupakan salah satu cara mengontrol perilaku suaminya. Kalau begitu, bagaimana Anda mengetahui suatu perilaku merupakan tingkah laku mendukung, mudah saja. Semua perilaku yang tujuannya membuat pasangan Anda melakukan sesuatu sesuai dengan kehendak Anda adalah perilaku mengon-trol pasangan. Suatu perilaku disebut mendukung bila Anda bisa bersikap jujur, seperti dengan mengatakan Anda liduk menyukai apa yang dilakukannya, tetapi di saal yang sama Anda juga berusaha menerimanya sebagai bagian yang tidiik terpisahkan dari pasangan.

Ketiga, lakukan sesuatu demi kepuasan pribadi. Mungkin Anda pernah mendengar ungkapan bahwa cinta tidak bisu dipaksakan. Mungkin Anda mempertanyakan dalam diri, mana mungkin pasangan yang sudah menikah perlu memaksa pasangannya untuk mencinta dirinya. Mungkin saja, karena pemaksaan itu bisa berbentuk apa saja. Sibuk mengurus rumah, mempercantik diri atau memasak makanan kesukaan suami dengan tujuan mendapatkan cinta suami agar dia tidak berpaling kepada perempuan lain merupakan beberapa contoh dari pemaksaan tersebut. Yang paling baik adalah melakukan sesuatu untuk kepuasan pri-badi Anda sendiri. Dengan begitu. Anda akan membuat diri sendiri bahagia. Melakukan sesuatu dengan tujuan menyenangkan pasangan untuk mendapatkan cintanya bisa membuat Anda menganggap bahwa Anda sedang melakukan sesuatu yang memang wajib Anda lakukan.

Keempat, pernikahan juga perlu Cinta. Selain kesetaraan, hal lain yang diperlukan agar rumah tangga bahagia adalah cinta yang bertahan. Perkawinan yang bahagia memerlukan jatuh cinta berkali-kali pada orang yang sama. Masalah yang sering dikeluhkan pasangan menikah adalah redupnya rasa cinta pada pasangannya. Ingatlah bahwa cinta tidak tumbuh begitu saja maka Anda berdua harus berusaha untuk terus mencintai dan dicintai. Semasa pacaran. Anda berusaha tampil secantik mungkin bila bersama dengannya. Setelah menikah, pemandangan sehari-hari yang dilihat suami adalah wajah Anda yang kelelahan setelah seharian bekerja atau mengurus rumah. Ubah penampilan Anda sekali-sekali untuk memberi sentuhan yang berbeda. Selain itu. Anda berdua harus mencari cara untuk melihat sisi-sisi lain masing-masing pihak, yang berbeda dan apa yang Andil lihat sehari-hari di rumah. Seperti menjemput dia di kantor untuk pulang bersama.

Memang ada kecenderungan. Andaharus berhati-hati untuk tidak terjebak menjadi pengatur atau diatur pasangan karena semua orang memang memiliki kecenderungan yang besar untuk menguasai. Ini bahkan sudah terjadi sejak Anda berdua menikah, begitu pesta usai dan Anda tinggal berdua saja sebagai pasangan suami dan istri. Pada awal perkawinan banyak pasangan yang melakukan pertarungan memperebutkan kekuasaan dalam rumah tangga. Yang keluar sebagai pemenang adalah pihak yang paling banyak memegang kontrol semua masalah rumah tangga, seperti apa yang boleh atau tidak boleh dilakukan di rumah, siapa yang menentukan bagaimana keuangan dikelola sampai ketentuan jam berapa suami atau istri harus sampai di rumah.

Pola ini sebenarnya tidak sehat, karena yang kalah harus terus menerus menekan perasaannya sepanjang masa perkawinan. Buang keinginan mendominasi rumah tangga seperti itu dan cobalah lebih fleksibel. Sebaiknya, semua ketentuan dalam rumah tangga diputuskan secara demokratis dan disesuaikan dengan keinginan. Tidak ada patokan mutlak yang bisa diikuti, karena itu setiap pasangan harus meneobanya sendiri. Karena itulah komunikasi yang baik merupakan kunci keberhasilan rumah tangga. Semoga berhasil.

Saya Akan Terus Berteriak

ilustrasi opinion

Tulisannya kritis dan tajam. Mungkin ada pihak yang tersinggung. Namun, contoh-contoh di lapangan serta data-data yang dipaparkan dalam tulisan itu sulit dibantah. Begitulah dr Kartono Mohamad (70) menulis.Bukan akhir-akhir ini saja aktif menulis. Dokter kelahiran Batang, Jawa Tengah, 13 Juli 1939, ini sudah menulis untuk Kompas sejak tahun 1972. Tidak kurang dari 234 tulisannya dimuat di Harian Kompas.

Isi tulisannya terutama menyangkut persoalan kesehatan dalam arti luas. Selain persoalan kebijakan dan pelayanan kesehatan, sering diulas juga persoalan medis, obat- obatan, profesi dokter, etika kedokteran, dan layanan rumah sakit Kartono mampu menjelaskan kepada pembaca duduk persoalan dari suatu peristiwa secara jernih. Persoalan yang rumit bisa dipaparkan secara sederhana sehingga mudah dimengerti pembaca. Begitulah Kartono.

Cita-citanya sejak awal memang ingin meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh. "Menulis sangat membantu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap persoalan-persoalan kesehatan," kata Kartono.

Bukan cuma menulis artikel di media massa, Kartono juga menulis sejumlah buku kesehatan, termasuk aspek hukum dan etika profesi kedokteran. Dokter lulusan Universitas Indonesia 1964 ini juga sempat praktik melayani kesehatan masyarakat. Selain itu, ia juga mengajar Etika di Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti Jakarta (1992-1996) serta menjadi Redaksi Pelaksana Majalah Ilmu Bedah Ropa-nasuri, dan Pemimpin Redaksi Majalah Kedokteran Medika.

Dokter yang pernah berdinas di TNI Angkatan Laut dengan pangkat terakhir mayor ini juga aktif di berbagai organisasi, termasuk sempat menjadi Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) 1985-1988. "Melalui organisasi, lebih mudah memperjuang-kan cita-cita di bidang kesehatan," kata Kartono.

Cita-citanya yang ingin dicapai di bidang kesehatan antara lain pemerintah memberikan perlindungan kepada warga negara sejak dalam kandungan hingga orangtua (healthy people in every stage of life) serta memberikan perlindungan kesehatan kepada masyarakat di mana pun dia berada (healthy people in healthy places), seperti yang juga diperjuangkan Pemerintah Amerika Serikat.

Memperkuat IDI

Salah satu pencapaian bidang kesehatan yang diraih Kartono adalah membenahi organisasi Ikatan Dokter Indonesia GDI) ketika dia menjadi Ketua Pengurus Besar (PB) IDI 1985-1988. Di bawah kepemimpinannya, struktur organisasi IDI diperkuat sehingga tidak sebatas perkumpulan yang dikelola secara bergantian.

Di IDI, misalnya, atas gagasannya dibentuk Majelis Kehormatan Etik Kedokteran Indonesia. Majelis ini anggotanya terdiri atas dokter-dokter dari berbagai angkatan, berlatar belakang berbagai agama, budaya, etnis, dan latar belakang keahlian. Majelis ini secara struktural tidak di bawah Ketua PB IDI, tetapi di bawah Kongres. "Karena itu, keputusannya bisa obyektif dan bahkan bisa menegur atau menindak tegas ketua umum organisasi bila terbukti melanggar disiplin kedokteran," kata peraih penghargaan Satya Lancana Satya Dharma (1962) dan Satya Lancana Pe-negah (1970) ini.

Selain meletakkan tonggak awal upaya menegakkan etika kedokteran, Kartono juga menggagas pendirian Badan Pembelaan Anggota PB IDI. "Setiap dokter yang tengah menghadapi masalah terkait etika kedokteran akan mendapat pendampingan hingga dokter bersangkutan mendapat putusan apakah melanggar etika atau tidak secara adil dan obyektif," ujarnya.

Adapun untuk melindungi kepentingan pasien, ia dan jajaran pengurus IDI membuat lembaga pengaduan.

Hampir setiap surat keluhan dari masyarakat yang masuk ke PB IDI dijawab sendiri oleh Kartono. "Sebagian besar kasus yang diadukan adalah soal komunikasi. Masalah komunikasi antara dokter dan pasien memang masih ha-rus terus ditingkatkan. Namun, bila ada dugaan pelanggaran etika kedokteran, saya akan mengajukan ke MKEK untuk diproses lebih lanjut," ujarnya.

Tidak telah


Di usia senja, semangatnya untuk memperjuangkan keadilan dan perba-. ikan bidang kesehatan terus membara. Kini ia menjadi penasihat di Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKB!), pengurus Yayasan Kesehatan Perempuan, pengurus Yayasan AIDS, aktif dalam Koalisi untuk Indonesia Sehat dan Gerakan Pengendalian Dampak Tembakau bagi Kesehatan, pengurus Bina Antar Budaya, tergabung dalam Forum Peduli Kesehatan Rakyat, serta aktivitas sosial lainnya.

Kartono juga ikut aktif dalam penyusunan Revisi Rancangan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan tahun 2001-2004. Namun, hingga kini revisi RUT. itu belum juga kelar. "Kadang frustrasi juga melihat perjuangan yang tak juga menampakkan hasil, banyak masalah kesehatan di Indonesia yang tidak tertangani dengan baik," kata Kartono. "Namun, saya tidak lelah, saya akan terus berteriak...," tambah Kartono di rumahnya yang asri di Jatipadang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Dari sekian banyak persoalan kesehatan yang dihadapi bangsa Indonesia, menurut Kartono, kunci persoalannya adalah tidak jelasnya arah pembangunan kesehatan Indonesia. "Pembangunan bidang kesehatan tidak pernah dianggap sebagai investasi untuk membangun kualitas sumber daya manusia," kata Kartono.

Pemerintah menginginkan kualitas pendidikan meningkat, tetapi tidak disertai dengan pembangunan kesehatan masyarakat. " Kualitas pendidikan yang bagus akan sulit tercapai jika peserta didiknya kurang darah, kurang gizi,congekan, cacingan, dan menderita berbagai penyakit lain," ujarnya.

Karena itu, tantangan bidang kesehatan ke depan adalah negara harus melaksanakan pembangunan kesehatan yang memprioritaskan upaya preventif atau pencegahan penyakit, bukan malah memfokuskan diri pada upaya kuratif dengan memperbanyak pendirian rumah sakit


Kartono juga mengkritik tidak adanya lembaga pengawas yang mengoreksi kalau adalah kesalahan dalam pelayanan kesehatan. "Pemerintah


yang seharusnya bertindak sebagai regulator dan wasit pun ikut bermain. Banyak rumah sakit milik pemerintah yang malah bersaing dengan rumah sakit swasta," ujarnya.

Dalam hal harga obat, Kartono menilai pemerintah dengan sengaja menyerahkan kepada pasar. Tidak ada pengendalian jumlah obat, pembatasan jumlah merek obat, dan jumlah pabrik obat Tidak ada pertimbangan apakah perlu ada kekhususan dalam produksi obat tertentu dan membatasi jumlahnya. "Jadi harga obat dan pemilihan obat diserahkan sepenuhnya kepada pasar," ujarnya.

Menyangkut jalan hidupnya. Kartono semula bercita-cita menjadi insinyur. Melelang masuk perguruantinggi, ibunya menyarankan agar Kartono kuliah di Jakarta sehingga bisa dekat dengan kakaknya. Jadilah Kartono kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Kuliah belum lulus, Kartono masuk ikatan dinas TNI-AL, sehingga setelah lulus kuliah menjadi dokter di TNI AL (1964-1975) hingga berpangkat Mayor.

Saat bertugas di Angkatan Laut (1964-1975) itulah, Kartono menerbitkan majalah kedokteran dan aktif menulis berbagai persoalan kesehatan untuk membangun komunikasi di kalangan sesama dokter serta menggugah semangat pengabdian para dokter. Semangat pengabdian itu, hingga kini masih berkobar di dada Kartono Mohamad.

Friday, February 15, 2019

Ranah Apresiasi Pameran Seni Rupa

ilustrasi gambar seni rupa

FAKTA yang paling menarik untuk diutarakan, kebanyakan pendaftaran dalam cabang seni rupa adalah orang yang tidak memiliki bakat kreatif secara konkrit seperti menggambar atau mema tung sekaligus tidak memiliki minat ke arah itu.

Banyak hal yang selalu dicari dalam hidup dan kehidupan ini, seperli harta benda, pangkat, kekuasaan dan kebahagiaan. Untuk mencapai kenikmatan di dunia, banyak cara yang harus dilaksanakan dan diupayakan untuk mencapainya termasuk dalam bclajar dan mengapresiasi Reni lukis.

Dalam proses bclajar menga jar, seni lukis sendiri terdapat kecemasan akan punahnya aprc siasi terhadap kemampuan teknis seniman. Hal ini sedikit banyak juga disebabkan oleh karena begitu banyaknya dominasi teori sehingga mcngenvampingkan ekplorasi artistic yang lahir dari kecakapan (skill) yang hanya bergantung pada konsep sema ta. Farah Handani. Kompas 2003).

Di antara kcnikmatan-kenik-maian dunia termasuk di dalamnya, kenikmatan dalam kegiatan menggambar dan melukis seperli yang dilakukan dan dilaksanakan oleh murid TK, SD. siswa SLTA dan mahasiswa senirupa dan seniman pada cabang perguruan tinggi serta mengadakan apresiasi yang lebih dikenal dengan pameran seni rupa. Dulu saya pernah bcrangga pan, bahwa menggam bar atau melukis itu dianggap sebagai suatu kegiatan untuk menimbul kan kesan terlihatnya benda-benda tiga dimensi pada bidang datar sebidang kertas atau kanvas lukisan.

Akan tetapi, setelah mengikutiperkuliahan dan diskusi tentang seni lukis pada tingkat daerah dan tingkat nasional, ternyata menggambar dan melukis itu lebih dalam dari itu. (Adrian hill. How lo Draw. 1992).

Terutama sekali kenikmatan yang di dapat dalam tahapan mencoba dengan menggaris lurus, melengkung serta menggabungkan yang pada akhirnya bcrmua ra dan berlanjut kepada goresan yang mengarah kepada bentuk alum dan binatang serta bentuk yang terpikirkan oleh calon seniman itu.

Kesenangan dan kegembiraan yang muncul dalam proses keasyi kan kerja tanpa memperdulikan waktu yang berputar cepat, tanpa memperdulikan hasil yang dicapai. Apakah yang dibuat itu baik atau belum mencapai hasil yang diharapkan. Tapi yang pasti calon seniman ini (elah luluh dalam pengembangan pensil dan kilas pada gambar dan kanvas yang maha luas tiada balas.

Untuk memahami lebih mendalam apa sebenarnya menggam barkan dan melukis itu. kita akan menemukan makna yang lebih mendalam jika kila telah melihal dan menikmati hasil nyata seba gai dampak kerja penyaluran bakal, hobi yang tersimpan dalam rolling hati calon perupa/ seniman yang paling dalam.

Pada hakekatnya menggambar dan melukis itu adalah pcngung kapan rasa seni dari seorang melalui unsur seni secara mental dan visuil dari apa yang dialami diam bentuk garis, bidang, warna dengan penuh pertimbangan, keseimbangan dan aksentuasi untuk menciptakan komposisi yang manis dan menyenangkan serta tertata dengan harmonis.

Sering kita merasakan apa yang kita buat itu belum menca pai hasil maksimal seperti apa yang kila harapkan. Anehnya dalam relung sebuah hati terbersit rasa kebahagiaan yang mendalam, akan hal yang baru saja kita laksanakan.

Rasa puas akan keasyikan yang (crjadi selama berkecimpung dan berkutat dengan cat dan kuas untuk menuju penyelesaian sebuah karya seni rupa yang baru penuh inovasi.

Kebahagiaan dan kesenangan yang dicapai bukanlah hasil akhir, karena akan masih datang tanta ngan baru pada media yang baru untuk berkarya yang lebih baik dan lebih bagus dalam upaya incnambahkan bagan-bagan penting yang masih memerlukan scntuhan-scntuhan tambahan untuk mewujudkan karya seni yang mendasar dan hakiki.

Untuk sampai kepada tahap kenikmatan yang hakiki itu tidaklah semudah membalik telapak tangan, tentulah akan menempuh lorong-lorong sempit dan kecil yang memiliki onak dan duri di sepanjang perjalanan pensil dan kuas dengan segala perimbangan estetika sebelum smapai ke tilik finish yakni dipajangkanya karya tulis kita dalam pameran besar, sejajar dengan pelukis terkenal seperti Wakidi. Basuki Abdullah. Affan di.Sujoyonodan lain-lain.

Saya yakin dan berharap karya siswa dan guru sekarang ini akan dapal dipajang sejajar dengan pelukis terkenal lainya, karena banyak bentuk dan motivasi yang diberikan dalam men capai karya yang utuh secara maksimal.

Seperti sering membawa siswa melihal dan mengapresiasi pameran karya pelukis terkenal yang dipamerankan di museum, di galeri atau di sanggar seni lukis yang banyak terdapat di setiap kota dan provinsi.

Setiap individu itu berbeda dengan individu yang lainnya, masing-masing mempunyai ciri khas, baik sifat, nilai-nilai yang dianut maupun kemampuan yang dimilikjnya. Setiap orang adalah suatu konfigursi motif-motif, sifat-sifat sarat dengan nilai yang khas, tiap tindak yang dilakukan oleh seseorang mem bawa corak khas gaya kehidupan nya yang bersifat individu. (A/red Adler).

Namun satu hal yang perlu diperhatikan karena setiap orang mempunyai ciri khas, sebagai perbedaan individu, tidak usah marah dan gusar apabila karya yang kita tampilkan (idak cocok dengan selera penikmat seni, karena memang cita rasa dan instuisi setiap orang itu berbeda dan saling mengungkapkan prinsip masing-masing.

Oleh sebab itu, jangan gusar dulu bila ada yang sebahagian orang mencela dan merendahkan karya lukisan kita. Yang penting sekali janganlah kita larut dalam cacian pcnimat seni itu jadikan itu sebagai evaluasi dan introspeksi karya. Barangkali kita perlu mende ngarkan akan apa yang mereka perbincangkan dan apa yang mereka diskusikan itu karena mungkin ada sisi benarnya untuk pengembangan dan penda laman karya lukis kita di masa men datang.

Kalau perlu diadakan ajang diskusi/bedah karya dan sebaliknya jadikanlah pujian itu untuk memacu semangat dan motivasi kita dalam berkarya lebih aspiratif.

Pada penyelenggaraan pendidikan seni rupa sekarang ini yang sudah berbasiskan kecakapan hidup (life skill) dan bermuatan kompetensi yang mengharuskan siswa itu matang dalam berkarya dan dapat melaksanakan pame ran gambar dan lukisan dengan baik dan mencapai sasaran.

Berkarya dan pameran seni rupa ini sudah merupakan kalen der tetap setiap sekolah sesuai dengan kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahun 2005 yang bertujuan untuk memper dalam dan mengasah cita rasa seni penikmat dan rasa seni siswa dalam berkarya dan apresiasi.

Disamping memamerkan karya-karya terbaik pelukis dan karya siswa, selalu saja diadakan diskusi seni rupa dengan topik pembahasan seperti yang ada dalam lukisan yang terpajang di ruangan galery pameran itu.

Pada awal bulan Februari 2007 di Sumatra barat telah dilaksanakan pelatihan workshop komunitas kritikus seni rupa yang dilaksanakan oleh Fakultas Bahasa.Sastra dan Seni I INP Padang. Tujuannya, untuk menga nalisa, mengangkat dan memasya rakalkon masalah-masalah aktual yang sedang berkembang dalam seni lukis, sehingga masalah seni lukis dan pelukinya seperti Wakidi. Basuki Abdullah, Sujo yono. Affandi dan pelukis lainnya menjadi komunitas umum dan merupakan pokok pembicaran omag umum, apalagi komunitas seni rupa.

Sebetulnya banyak cara yang dapat dilaksanakan oleh perguruan tinggi seni, sekolah kejuruan seni lukis, tingkat SLTAdan SLTP untuk meningkatkan kemampuan dalam seni lukis dan rasa apresisi siswa.

Seperti melibatkan dan mengundang setiap sekolah itu untuk datang melihat pemeran dan berpartisipasi aktif dalam setiap diskusi, rasanya tidak terlalu berat bagi pembina orga nisasi siswa intra sekolah (OSIS) dan pihak sekolah untuk memberi izin. Kalaupun tidak pada jam belajar efektif, bisa saja sepulang siswa sekolah atau pada hari libur dan minggu.

Untuk mematangkan kegiatan berpameran dan rasa apresiasi siswa dalam pameran ini, akan sngat tergantung kepada kemauan dan kegigihan guru seni rupa dalam menciptakan kegiatan yang menarik dan mengkaitkan dengan metode pembelajaran seni rupa di sekolah.

Mudah-mudahan, kalau siswa telah sering kita bawha melihat dan mengunjungi pameran seni lukis, baik lingkat sekolah, atau di museum, semoga rasa seni dan apresiasi mereka terhadap karya seni rupa akan semakin terasa dan teruji. Dengan harapan pada suatu saat nanti mereka akan dapat melaksanakan pameran secara berkelompok atau per orangan. Semoga. *uPenulis adalah patriasimposium dan inomst pembelajaranlingkat nasional 2004 dan 2005mtwakili ktlompok guru dari Sumatra